- instagram Dedimulyadi71
Tangis di Bekasi Timur: Momen Haru Dedi Mulyadi Kunjungi Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek
tvOnenews.com - Tragedi kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam menyisakan duka mendalam sekaligus memantik respons cepat dari berbagai pihak.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turun langsung menemui keluarga korban.
Dalam pernyataannya melalui media sosial, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menanggung seluruh biaya perawatan korban.
Namun, yang paling menyentuh perhatian publik adalah keputusan Dedi yang akrab disapa KDM untuk mengangkat anak salah satu korban meninggal dunia, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam respons pejabat terhadap tragedi besar.
Kronologi Kecelakaan KRL Bekasi Timur yang Mematikan
Insiden kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan melibatkan KRL jurusan Cikarang dan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Berdasarkan informasi awal, KRL berhenti di lintasan setelah diduga menabrak sebuah kendaraan yang mogok di rel.
Dalam kondisi tersebut, kereta jarak jauh yang melaju dari belakang tidak mampu menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL. Benturan keras menyebabkan beberapa gerbong rusak parah.
Data dari kepolisian menyebutkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Lebih lanjut, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, menunjukkan perbedaan dampak signifikan antara kereta komuter yang berhenti dan kereta jarak jauh yang tetap melaju.
Duka Mendalam dan Aksi Nyata Dedi Mulyadi
Dalam kunjungannya ke rumah duka, Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Salah satu korban yang disorot adalah seorang guru bernama Nurlela, yang dikenal sebagai pengajar di SD Pulogebang, Jakarta.
Dalam video yang diunggahnya, Dedi terlihat merangkul anak korban dan menyampaikan empati mendalam.
Ia bahkan menyatakan bahwa anak sulung korban akan menjadi bagian dari tanggung jawabnya ke depan.