news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira

Sambil Menahan Tangis, Kepala SAR Ungkap Situasi Mencekam Evakuasi Korban KA vs KRL: Rintihan itu Kami Dengar

Insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur ternyata menyisakan kisah pilu yang tak mudah dilupakan. Kepala SAR ungkap situasi mencekam saat evakuasi korban.
Rabu, 29 April 2026 - 13:56 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Tragedi tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB menyisakan kisah pilu yang tak mudah dilupakan.

Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian KRL, menyebabkan sejumlah korban terjepit di antara material gerbong yang ringsek.

Dengan suara bergetar, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana, mengungkapkan betapa rumit dan menegangkannya proses evakuasi yang berlangsung hingga berjam-jam.

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari
Sumber :
  • Istimewa

Ia menceritakan bagaimana tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengeluarkan korban yang terhimpit tanpa memperparah kondisi mereka.

Menurutnya, banyak korban ditemukan dalam kondisi tertumpuk dan terjepit material kereta.

Bahkan, sebagian korban yang masih hidup mengalami himpitan di bagian kaki, sehingga proses penyelamatan membutuhkan teknik khusus menggunakan alat ekstrikasi.

"Kami melihat memang ada tertumpuk, terhimpit, dan itu material kereta memang lumayan, kami pun mengevakuasi dengan kehati-hatian, dengan peralatan ekstrikasi yang ada itu juga perlu ketelitian, ini sebagian yang terjepit untuk yang hidup itu di kaki," kata Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana, saat datang sebagai bintang tamu di Program Pagi-pagi Ambyar, Trans TV.

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Sumber :
  • Antara

Tak hanya itu, situasi di lokasi kejadian disebut sangat kompleks. Lokomotif yang masuk ke dalam rangkaian kereta membuat struktur gerbong berubah dan menyulitkan akses tim SAR.

Di beberapa titik, korban bahkan berada di bawah tumpukan material, sementara di atasnya masih ada bagian kereta yang berpotensi runtuh.

Tim SAR pun memilih pendekatan bertahap. Mereka terlebih dahulu mengangkat material bagian atas untuk mencegah timpa tambahan, sebelum perlahan membuka ruang untuk mengevakuasi korban di bawahnya.

Desiana menegaskan, pihaknya berusaha keras agar proses evakuasi dilakukan tanpa tindakan amputasi.

Fokus utama adalah menyelamatkan korban dalam kondisi utuh, meski hal itu membuat proses menjadi lebih lama.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
08:16
01:43
01:40
01:45
06:15

Viral