- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Sambil Menahan Tangis, Kepala SAR Ungkap Situasi Mencekam Evakuasi Korban KA vs KRL: Rintihan itu Kami Dengar
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
"Kita mengusahakan untuk mengevakuasi dalam keadaan utuh ya, saya tidak mau ada yang diamputasi, kita usahakan semaksimal mungkin, jadi kita utamakan yang selamat, setelah itu baru kita fokus yang terhimpit, yang sudah naik delta atau meninggal dunia," lanjutnya.
Di tengah proses yang menegangkan itu, momen paling menguras emosi terjadi saat tim mendengar langsung rintihan korban.
Dengan nada yang masih terbawa haru, Desiana mengingat bagaimana para korban berjuang menahan rasa sakit.
“Jadi memang dari suasana itu, satu korban 'bu saya lelah' 'saya capek, sakit' gitu ya, jadi rintihan itu memang kami dengar, dan kita harus menguatkan gitu kan disitu, karena mereka memang harus dalam keadaan sadar disini,” tuturnya.
- Syifa Aulia-tvOne
Meski dalam kondisi terjepit dan kesakitan, para korban disebut tetap berusaha tenang. Bahkan, beberapa di antaranya masih sadar dan menyaksikan proses evakuasi korban lain di dekat mereka.
Tim medis pun terus dilibatkan untuk memastikan kondisi korban tetap stabil. Obat pereda nyeri, air minum, hingga makanan ringan diberikan agar korban memiliki energi selama proses penyelamatan berlangsung.
Proses evakuasi sendiri memakan waktu hingga 10 jam. Satu per satu korban berhasil dikeluarkan dari himpitan material, meski dengan tingkat kesulitan yang berbeda di setiap titik.
Desiana pun mengapresiasi ketahanan mental para korban yang masih hidup.
Menurutnya, selain kerja keras tim penyelamat, keberhasilan evakuasi juga tak lepas dari ketenangan dan kesabaran korban dalam menghadapi situasi kritis tersebut.
"Jadi saya juga apresiasi ini mentalnya kuat juga, fisiknya juga yang masih hidup ini, sepuluh jam kami selesai evakuasi semuanya, dan mereka tenang dan sabar, merintih itu iya," sambung Desiana. (asl)