- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Tak Hanya Menjenguk, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta untuk ART Korban Luka Kecelakaan KRL
tvOnenews.com - Tragedi tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka mendalam.
Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga puluhan korban luka yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Berdasarkan data dari Polda Metro Jaya, sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, korban luka mencapai puluhan orang yang kini dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, seperti RSUD Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga Bekasi Timur.
Menanggapi peristiwa tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bergerak cepat.
- Antara
Ia tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Pada Selasa (28/4/2026), Dedi Mulyadi mendatangi rumah duka korban meninggal untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga.
Tak berhenti di situ, ia juga menjenguk para korban luka yang tengah dirawat di rumah sakit.
Dalam salah satu kunjungannya, Dedi berbincang dengan seorang korban perempuan yang diketahui bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di wilayah Cakung.
Korban tersebut berasal dari Cikarang, Kabupaten Bekasi, dan kini harus beristirahat selama beberapa minggu akibat luka yang dideritanya.
- Instagram @dedimulyadi71
“Rumahnya mana?” tanya Dedi.
“Cikarang, Kabupaten Bekasi,” jawab korban.
Dari keterangan dokter, korban diwajibkan beristirahat selama dua hingga tiga minggu, yang berarti ia tidak bisa bekerja dan berpotensi kehilangan penghasilan selama masa pemulihan.
Mengetahui hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung memberikan bantuan secara pribadi.
“Berarti tidak gajian doang. Saya nitip Rp10 juta ya. Ibu tidak kerjanya biar tertangani di rumah,” kata Dedi sambil menyerahkan uang tunai kepada korban.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak langsung, khususnya mereka yang menggantungkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.