news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi datangi rumah duka karyawan Kompas TV korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur.
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Sempat Menunggu di Stasiun, Adik Nur Ainia Ungkap Detik-detik Keluarga Tahu Kabar Duka KRL

Sempat menunggu di stasiun, adik Nur Ainia karyawan Kompas TV yang menjadi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur ungkap kronologi keluarganya tahu kabar duka.
Rabu, 29 April 2026 - 22:25 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan Kompas TV yang menjadi korban dalam tragedi tabrakan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Di tengah suasana kehilangan, keluarga mulai menceritakan kronologi bagaimana kabar duka itu pertama kali mereka ketahui. 

Kisah tersebut disampaikan langsung oleh adik almarhumah saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi.

Adik korban mengungkapkan bahwa dirinya memang kerap menjemput sang kakak di stasiun sepulang kerja. 

Namun pada malam kejadian, situasinya terasa berbeda.

Direktur Kompas TV Rosi Silalahi dan Dedi Mulyadi di rumah duka korban kecelakaan KRL Bekasi Timur
Sumber :
  • YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Ia mengaku sudah menunggu cukup lama, tetapi kereta yang biasa ditumpangi kakaknya tak kunjung datang.

“Saya sudah sejam lebih nunggu, KRL tidak ada yang lewat. Terus ada tukang ojek yang ngomong kalau ada kecelakaan KRL,” ujar adik Nur Ainia.

Dalam kondisi tanpa membawa ponsel, ia memutuskan untuk kembali ke rumah guna mencari informasi lebih lanjut.

“Berhubung saya tidak bawa HP, jadi saya langsung balik ke rumah buat nelepon kakak saya,” lanjutnya.

Sesampainya di rumah, kabar kecelakaan tersebut ternyata sudah muncul di pemberitaan. 

Kekhawatiran pun langsung muncul, mengingat sang kakak biasanya berada di gerbong khusus perempuan.

“Kakak saya memang seringnya di gerbong perempuan. Pas saya lihat gerbong perempuan kayak gitu, khawatir juga, ibu dan ayah juga langsung cek ke rumah sakit,” ujarnya.

Pencarian keluarga pun dimulai. Mereka mendatangi sejumlah rumah sakit untuk memastikan keberadaan Nur Ainia. Namun proses tersebut tidak berjalan mudah.

Ayah korban mengungkapkan bahwa nama anaknya tidak langsung terdata sebagai korban, meskipun ia menggunakan tanda pengenal.

“Karena memang nama itu tidak muncul-muncul sampai siang, biar pun pakai nametag,” ujar ayah Nur Ainia.

“Muter-muter sampai siang, baru siangnya dihubungi sama orang kantornya,” tambahnya.

Nur Ainia, Karyawati Kompas TV, Dikonfirmasi Meninggal dalam Tragedi KRL Bekasi Timur
Sumber :
  • Istimewa

Sementara itu, adik korban juga menyebut tidak ada firasat apa pun sebelum kejadian tragis tersebut. 

Komunikasi terakhir justru terasa seperti hari-hari biasa.

“Nggak ada firasat, dia WA terakhir itu jam 19.44 disuruh jemput 'Jemput kakak, berangkat dari rumah jam 20.20 ya' udah itu aja,” katanya.

“Biasa kayak gitu. Biasa kereta nyampe Tambun kan jam 9,” sambungnya.

Dari keterangan pihak kantor, Nur Ainia tercatat meninggalkan tempat kerja pada pukul 19.31 WIB. 

Bahkan sebelum pulang, ia masih sempat melakukan kebiasaan yang dikenal oleh rekan-rekannya.

Ia terlihat di CCTV sedang memberi makan kucing, sesuatu yang memang rutin dilakukannya.

Selama 11 tahun bekerja di Kompas TV, Nur Ainia dikenal sebagai pribadi yang pekerja keras dan hangat. 

Ia juga dikenal sebagai pecinta kucing dan sosok anak pertama yang selalu berusaha membantu keluarga.

Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan orang-orang yang mengenalnya. (gwn)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral