- Instagram @dedimulyadi17
Menangis di Hadapan Dedi Mulyadi, Pedagang Korban Ricuh May Day Bandung Langsung Dapat Bantuan dan Pekerjaan Tetap
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi memberikan bantuan dan pekerjaan tetap kepada korban kericuhan demo May Day di Bandung.
Nasib pilu dialami Nandang, seorang pedagang kios kecil di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Warung sederhana yang menjadi sumber penghidupannya hangus dibakar massa tak dikenal saat kericuhan peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Warung berukuran sekitar 2,5 meter itu sebelumnya menjual kebutuhan sehari-hari seperti rokok, kopi, gula, hingga gas LPG 3 kg.
Namun dalam sekejap, seluruh isi warung, termasuk barang dagangan, televisi, hingga uang tunai—ludes terbakar.
Kondisi tersebut semakin berat karena usaha tersebut dibangun dari hasil pinjaman yang belum lunas.
Nasib pilu Nandang pun diresponoleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Di hadapan orang nomor satu di Jawa Barat itu, ia tak kuasa menahan tangis dan menceritakan kisahnya.
"Ini dengan Bapak Nandang. Bapak Nandang ini menangis di hadapan saya karena kios tempat jualan rokok, bensin, ya, gas LPG 3Kg dibakar oleh para perusuh saat mereka melakukan upaya kerusuhan di Kota Bandung saat May Day," kata KDM dikutip dari akun Instagram miliknya.
Melihat kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah cepat.
Ia tidak hanya memberikan bantuan moral, tetapi juga membantu menyelesaikan beban finansial yang dihadapi Nandang.
"Sekarang Pak Nandang sudah tenang. Bapak jangan ngalamun. Utang pembuatan kios dan modal kiosnya sudah lunas, ya," kata Dedi Mulyadi.
Tak berhenti di situ, untuk memastikan Nandang tetap memiliki penghasilan demi keluarganya, Dedi juga memberikan pekerjaan baru.
"Bapak nggak punya beban dan mulai hari Senin Pak Nandang kerja. Jadi apa? Tenaga kebersihan di tempat Bapak jualan. Oke, salam buat istrinya," ujar KDM.
Peristiwa pembakaran terjadi pada Jumat (1/5/2026) menjelang malam.
Saat itu, Nandang mengaku telah menutup warungnya seperti biasa sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia sempat mengira kerumunan massa yang berkumpul di sekitar lokasi hanyalah aktivitas biasa.
“Saya kira awalnya ada acara atau hiburan, karena sering ada anak-anak muda kumpul di sini (taman di bawah flyover). Tidak menyangka jadi seperti ini,” kata Nandang.