- Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Pesona Nyi Hyang Ayu, Putri Kesayangan Dedi Mulyadi Saat Kirab Mahkota Binokasih, Beri Pesan untuk Warga Sumedang
Namun, sejatinya ada pesan yang ingin disampaikan oleh Nyi Hyang Ayu. Kemudian, Dedi Mulyadi mencoba menerjemahkan apa yang dimaksud putrinya.
“Nyi Hyang itu kenapa, kok anaknya seperti kesurupan?” kata KDM.
“Jadi Nyi Hyang mengajak lagi katanya kita ini ke sawah. Apa sebabnya? Karena gunung harus berpohon (hutan). Kalau berpohon maka akan ada air. Kalau sudah ada air, maka akan punya saluran irigasi. Kalau sudah ada saluran air, maka akan ada genangan/kolam air. Akan punya sungai, akan punya bendungan. Sawah itu akan terairi. Kalau sawahnya sudah terairi, yuk kita ke sawah, mencari keong, mencari belut, mencari tutut, mencari lele, begitu kan benar?” sambungnya menjelaskan.
Lebih lanjut, kesurupan yang dimaksud Dedi Mulyadi kepada Nyi Hyang bukan karena jin maupun setan.
Melainkan kemasukan yang berarti menyatu dalam filosofis Sunda mengenai penyatuan jati diri atau keselarasan dengan segala aspek lahiriah maupun batiniah seseorang.
“Oh, ternyata Nyi Hyang itu 'kemasukan' (menyatu). Ada penyatuan antara diri dengan keagungan dirinya. Antara roh dan jasadnya. Antara hati dan rasanya. Antara mata dan penglihatannya, hidung dan penciumannya, lidah dan ucapannya, telinga dan pendengarannya. Antara hidup dan jiwanya, harta dan maknanya, ilmu dan amalnya, dunia dan alam akhiratnya. Mengerti?” jelas KDM.
(kmr)