- YouTube dr. Richard Lee, MARS
Baru Setahun Richard Lee Akui Hidupnya Berubah Setelah Hijrah ke Islam, Kini Sertifikat Mualafnya Dicabut
tvOnenews.com - Nama Richard Lee kembali menjadi sorotan publik. Baru setahun setelah mengaku hidupnya berubah usai hijrah ke Islam, kini ia justru dihadapkan pada polemik baru, yaitu sertifikat mualafnya dicabut oleh Hanny Kristianto.
Kabar pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee oleh Hanny Kristianto dikonfirmasi terjadi pada awal Mei 2026.
Keputusan tersebut disebut dilatarbelakangi oleh sejumlah pertimbangan, mulai dari dinilai kurang konsisten dalam menjalankan komitmen spiritual hingga adanya ketidaksinkronan data administrasi, di mana status agama di dokumen kependudukan masih tercatat sebagai Katolik. Meski begitu, Richard Lee menanggapi situasi ini dengan tenang di tengah sorotan publik.
Jika menengok ke belakang, perjalanan hijrah Richard Lee bukanlah proses yang instan. Dalam sebuah podcast bersama Ustaz Derry Sulaiman dan Ustaz Felix Siauw, ia sempat mengungkap perubahan besar dalam hidupnya setelah mengenal Islam.
Obrolan tersebut membahas bagaimana ujian hidup justru datang setelah ia mulai mendalami agama.
“ Tapi aku enggak jadi masalah, Pak Ustaz. Bedanya kayak gini ya. Ketika dulu aku kan aku tuh ngerasa dulu tuh hidupku sempurna. Aku punya semuanya. Aku punya uang, aku punya keluarga, keluargaku bahagia, aku punya perusahaan besar, aku punya semuanya. Hidupku tuh sempurna, keluargaku baik. Dan celakanya aku tuh berpikir semuanya ini terjadi karena aku,” ujar Richard Lee dalam tayangan YouTube pribadinya (17/4/2026).
Ia mengakui bahwa di masa lalu dirinya merasa paling berperan atas kesuksesan yang dimiliki, bahkan sempat kehilangan keyakinan terhadap Tuhan saat menghadapi masalah.
“Aku yang hebat, aku yang keren, aku yang luar biasa, aku yang pintar semuanya. Dan ketika aku diuji masalah, aku tuh ngerasa kayak aku sempat marah dan somehow aku tuh malah tidak mengakui ada Tuhan. Jadi ini bukan lagi masalah agama sih, agama apa aku sih. Tapi aku sendiri enggak mengakui adanya Tuhan,” lanjutnya.
Richard Lee juga menggambarkan bagaimana dirinya dulu sangat berorientasi pada dunia, tanpa memikirkan kehidupan setelahnya. Berbagai konflik yang ia alami pun sempat memicu kemarahan besar dalam dirinya.
“Aku tuh dunia banget. Aku itu hidup untuk dunia karena aku enggak percaya namanya akhirat. Ya, kita kebahagiaan ada di dunia ini. Bahkan kemarin mungkin banyak yang sudah tahu juga aku punya masalah dengan salah satu artis Karput kan. Itu ada kemarahan dalam diri aku ketika aku kasih edukasi tentang skincare abal-abal pada waktu itu kita sempat seteru. Aku minta maaf. Okelah apapun masalahnya itu aku minta maaf,” kata Richard Lee.
Ia bahkan mengakui pernah menyimpan kebencian mendalam akibat konflik yang sempat menyeretnya ke ranah hukum.
“Aku nyatakan permintaan maaf itu berkali-kali dan aku anggap dia adalah istri seorang pemuka agama di mana harusnya mencontohkan hal yang baik dong. Ketika dia enggak melakukan itu dan dia masukin aku ke penjara walaupun satu kali 24 jam, bayangkan kemarahan besar ada dalam diri aku dan kebencian besar dalam diri aku kayak gitu puny,.” ungkapnya.
Bahkan pernah terlontar dalam mulut aku pada waktu aku menang praperadilan. Jadi kita enggak usah debat lagi. He. Praperadilan aku menang dinyatakan tidak bersalah. 200 tersangka aku bubar dan aku pernah dipenjara. Kan sakit hati. Dan aku ngomong, ‘Aku tidak akan pernah memaafkan kamu. Sampai mati aku tidak akan pernah memaafkan kamu,’” ucap Richard Lee.
Namun, seiring perjalanan hijrahnya, Richard Lee mengaku mengalami perubahan besar dalam cara berpikir dan bersikap. Ia kini memilih untuk melepaskan rasa dendam yang dulu sempat menguasai dirinya.
“Ya, tapi di sini aku pengin tarik kata-kata tersebut. Aku sudah memaafkan beliau. Aku sudah mengikhlaskan semuanya. Dan semuanya itu terjadi karena aku salah satunya belajar Islam,” tuturnya.
Perubahan inilah yang kemudian menjadi sorotan, terutama di tengah kabar pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee oleh Hanny Kristianto.
Meski polemik terus bergulir, kisah hijrah Richard Lee tetap menjadi perhatian publik, sekaligus menggambarkan dinamika perjalanan spiritual yang tidak selalu berjalan mulus.
(anf)