- Kolase tvOnenews.com | Youtube Reyben Entertainment - YouTube dr. Richard Lee, MARS
3 Tahun Masuk Islam, Richard Lee Ketahuan Masih Sering ke Gereja Bersama Sang Istri
tvOnenews.com - Nama Richard Lee baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah sertifikat mualaf miliknya resmi dicabut oleh Mualaf Center Indonesia (MCI).
Keputusan ini memicu perdebatan luas, terutama terkait alasan di balik pencabutan dokumen tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, pendakwah Hanny Kristianto menjelaskan bahwa langkah ini bukan tanpa dasar.
Ia menegaskan bahwa pencabutan sertifikat mualaf tidak berkaitan dengan status keislaman seseorang, melainkan lebih pada aspek administratif dan penggunaan dokumen tersebut.
“Kami pernah mencabut sertifikat mualaf, bukan hanya sertifikat @dr.richard_lee,” tulis Hanny Kristianto dikutip dari akun Instagram @hannykristiantonew pada Senin, 4 Mei 2026.
- Tanngkapan layar Youtube reyben entertainment
Menurut Hanny, salah satu alasan utama adalah karena sertifikat tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Ia menyoroti bahwa hingga lebih dari satu tahun setelah menjadi mualaf, status agama Richard Lee di KTP disebut belum berubah.
“Sudah 1 tahun lebih tidak digunakan sebagaimana mestinya (KTP sampai hari ini masih Katolik) sebisa mungkin saya tidak mau bertikai untuk rebutan jenazah lagi,” tulis Hanny.
Selain itu, MCI juga mengaku keberatan karena sertifikat tersebut diduga digunakan dalam konteks perselisihan, termasuk pelaporan ke pihak berwenang. Hanny menegaskan pihaknya tidak ingin terlibat dalam konflik internal antarumat.
“Kami tidak berkenan terlibat dengan perselisihan sesama muslim, apalagi ikut bolak balik ke polda / pengadilan,” tulis Hanny.
Isu ini semakin ramai setelah munculnya kesaksian terbaru Hanny Kristianto terkait kontroversi ini.
Hanny mengungkap sejumlah fakta yang memperlihatkan aktivitas Richard Lee kembali ke gereja.
"Jadi Richard ini kan mengaku di video 'setelah 3 tahun saya masuk islam, mualaf, ini pertama kali saya ke gereja lagi dan saya percaya Tuhan Yesus'.
"Di gereja dia mengucapkan itu. Itu kalimat menurut saya sudah tidak mengakui lailahailallah. Sudah mengakui Tuhan selain Allah," kata Hanny Kristianto dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment.
- Youtube dr Richard Lee
Hanny juga mengungkap jika Richard Lee beberapa kali kedapatan melaukukan hal-hal 'melenceng' usai menjadi mualaf.
Dr. Richard bahkan pernah kedapatan berada di gereja Katolik bersama dengan istrinya merayakan natal.
Tak hanya itu, Richard Lee juga dikatakan pernah mengucapkan kata-kata kontroversial yang seakan menduakan Allah SWT.
"Lalu di videonya Grevansel, anaknya pendeta Gilbert Lumindom, dia mengatakan Tuhan kita itu lebih besar dari masalah kita. Seperti kata Pak Pendeta, lah Pak Pendeta enggak mungkin bilang Tuhannya itu Allah," ujar Koh Hanny.
Hanny Kristianto menegaskan bahwa pencabutan sertifikat mualaf tidak berarti mencabut status keislaman Richard Lee.
Ia menilai banyak kesalahpahaman yang muncul di masyarakat akibat potongan informasi yang beredar.
"Karena potongan-potongan video akhirnya seolah-olah saya mencabut sertifikat mualaf terus tidak mengakui dia muslim, mencabut status keislamannya. Padahal enggak. Karena tentu ada alasan yang kuat."
"Yang pasti saya cabut itu bukan untuk membatalkan keislamannya. Siapapun manusia selama masih hidup kita dapat, kita harapkan kita doakan dapat hidayah."
"Manusia pasti bisa bikin salah termasuk saya. Ketika salah harusnya e kita doakan, kita nasihati supaya bisa bertobat. Karena orang itu dilihat dari akhirnya matinya, bukan dari hidupnya," pungkasnya.
Dalam praktiknya, sertifikat mualaf di Indonesia umumnya digunakan untuk keperluan administratif, seperti perubahan data kependudukan, pernikahan, hingga pemakaman sesuai syariat.
Oleh karena itu, lembaga seperti MCI memiliki kewenangan moral untuk mengevaluasi penggunaan dokumen tersebut.
(tsy)