- IST
Tim dr Richard Lee Speak Up, Bongkar Kejadian Sebelum Koh Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf
tvOnenews.com - Polemik pencabutan sertifikat mualaf milik dr Richard Lee tengah ramai dibicarakan.
Kali ini, pihak tim dr Richard Lee akhirnya angkat bicara dan mengungkap rangkaian kejadian yang disebut terjadi sebelum keputusan tersebut diumumkan ke publik.
Seperti diketahui, sertifikat mualaf dr Richard Lee dicabut oleh Koh Hanny Kristianto.
Pengumuman itu disampaikan melalui kanal YouTube Reyben Entertainment pada Minggu (3/5/2026), di tengah kondisi dr Richard yang sedang menjalani masa penahanan sejak 6 Maret 2026.
Penahanan tersebut berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang dilaporkan oleh sosok yang dikenal sebagai Dokter Detektif alias Doktif.
- Kolase tvOnenews.com | Youtube Reyben Entertainment - YouTube dr. Richard Lee, MARS
Di tengah situasi tersebut, Donny Ramadhan yang disebut sebagai bagian dari tim Richard Lee mencoba meluruskan informasi yang beredar.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, ia mengaku tidak biasa ikut berkomentar, namun merasa perlu menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Aku sebenarnya nggak biasa ikut komentar kayak gini. Tapi karena aku tahu kejadian di baliknya, jadi aku mau coba jelasin supaya tidak simpang siur,” ungkapnya, dalam akun Instagram pribadinya @donnyra.
Donny kemudian mengungkap bahwa sebelum polemik mencuat, sebenarnya sempat ada rencana pertemuan antara Koh Hanny Kristianto dan dr Richard Lee.
Namun, kondisi kesehatan dr Richard saat itu tidak memungkinkan untuk menerima kunjungan.
“Waktu itu memang ada rencana dari Koh Hanny untuk ketemu sama dr Richard, tapi yang aku tahu hari tersebut kondisi dr Richard memang lagi sakit, nggak bisa dijenguk,” ungkapnya.
- YouTube Inserlilve
Ia juga menyebut bahwa Koh Hanny berencana menitipkan Al-Quran melalui pengacara dr Richard.
Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus karena situasi yang tidak memungkinkan.
“Yang aku tahu Koh Hanny itu mau nitipin Al-Qur’an ke dr Richard lewat PA-nya dokter. Namun karena kondisinya nggak memungkinkan saat itu, akhirnya pertemuan tersebut tidak bisa dilakukan,” lanjutnya.