news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kanan) saat menghadiri acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Dinas Pendidikan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan.
Sumber :
  • YouTube/GubSherly

Sherly Tjoanda Sebut Siswa-Siswi SMA di Malut Tak Perlu Datang ke Sekolah untuk Belajar: Ada PJJ dan Bisa Ikut UN

Sherly Tjoanda menyadari Maluku Utara masih kesulitan dalam akses pendidikan. Ia pun mengumumkan kabar bagi para pelajar soal program PJJ yang akan diluncurkan.
Rabu, 6 Mei 2026 - 16:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Sherly Tjoanda membawa kabar baik bagi siswa-siswi di Maluku Utara yang akan melanjutkan pendidikan dari jenjang SMP ke SMA.

Pada 2 Mei 2026 lalu, Sherly Tjoanda ikut memperingati Hari Pendidikan Nasional bersama sejumlah siswa, guru, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam acara yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan, Sherly mengumumkan kabar baik untuk para siswa dan siswi yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda saat menghadiri acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Dinas Pendidikan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan
Sumber :
  • YouTube/GubSherly

Dalam sambutannya, Sherly mengatakan bahwa Maluku Utara masih memiliki banyak tantangan di bidang pendidikan, mulai dari akses yang belum merata hingga relevansi pendidikan di wilayah tersebut.

Menyadari akan adanya beragam tantangan demi tantangan, Sherly menyebut bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara akan meluncurkan program pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada tahun 2026.

Program tersebut dikhususkan bagi para siswa dan siswi yang mengalami kendala dalam melanjutkan pendidikan SMA, karena akses ke sekolah yang jauh dari tempat tinggal mereka.

 

"Salah satu program yang akan di-launching di tahun 2026 ini yaitu PJJ," ujar Sherly Tjoanda, dikutip dari YouTube GubSherly pada Rabu (6/5/2026).

"Pendidikan jarak jauh untuk menjangkau anak-anak yang setelah lulus SMP tidak ada SMA di pulau atau di desa tersebut, mengalami kendala untuk pindah ke kecamatan atau kabupaten lain untuk melanjutkan SMA," lanjutnya.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kanan) saat menghadiri acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Dinas Pendidikan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan
Sumber :
  • YouTube/GubSherly

Sherly mengatakan bahwa program tersebut nantinya akan dimulai di beberapa wilayah, seperti Halmahera Timur, Halmahera Utara, dan Morotai.

Nantinya para siswa dan siswi yang berada di daerah-daerah tersebut bisa mendaftar lebih dulu ke SMA induk terdekat atau terbesar di kabupate tersebut.

Setelah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), para siswa dan siswi bisa mengikuti pembelajaran dari tempat mereka, tanpa perlu datang ke sekolah yang jaraknya jauh.

"Anak-anak yang di pulau-pulau bisa mendaftar dengan SMA induk terdekat, terbesar di kabupaten tersebut, dan setelah diregister dalam dapodik, mereka bisa belajar dari tempat mereka saja," jelasnya.

 

Meski program tesebut adalah pendidikan jarak jauh yang identik dengan belajar secara online, tapi Sherly memastikan bahwa nantinya akan tetap ada pembelajaran secara offline. Guru-guru dari sekolah induk akan berkunjung beberapa hari dalam seminggu ke wilayah para pelajar.

Selain itu akan disiapkan juga infrastruktur yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran para siswa dan siswi.

"Akan ada kunjungan dari guru-guru dari sekolah induk terkait untuk memberikan pembelajaran secara offline beberapa hari dalam seminggu."

"Kita menyiapkan komputer, kita akan gunakan infrastruktur dari SD atau SMP, sehingga mereka tetap bisa mendapatkan akses pendidikan," kata Sherly.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda (kanan) saat menghadiri acara perayaan Hari Pendidikan Nasional di Kantor Dinas Pendidikan Sofifi, Kota Tidore Kepulauan
Sumber :
  • YouTube/GubSherly

Sherly juga menegaskan bahwa anak-anak yang mengikuti program PJJ nanti akan tetap bisa mengikuti ujian nasional dan mendapat ijazah SMA.

"Bisa tetap mengikuti ujian nasional dan pada akhirnya bisa tetap mendapatkan ijazah SMA, tanpa harus keluar dari desa atau pulau mereka."

"Itu salah satu terobosan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, sehingga anak-anak di pulau-pulau bisa tetap mendapatkan ijazah SMA dan selanjutnya bisa lanjut ke perguruan tinggi," kata Sherly yang disambut tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir. (ism)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:17
01:53
05:06
05:41
00:54
07:47

Viral