- Tangkapan layar YouTube GubSherly
Pantau SR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kaget Siswa Kurang Bergairah Jawab Sambutannya: Ikannya Kurang Pak Kepsek
Kota Tidore, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos kembali memantau Sekolah Rakyat. Hal ini sebagai sikap memastikan kelancaran program dari Presiden Prabowo.
Belakangan ini, Sherly Tjoanda memantau langsung Sekolah Rakyat di kawasan Akekolano dan Rioribati. Ia pun mengabadikan kunjungannya saat berada di Desa Akekolano, Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Mulanya, Sherly Tjoanda memastikan pasokan makanan untuk para siswa di Sekolah Rakyat berjalan lancar. Ia bertanya apakah makanan tersebut berasal dari Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ini masak sendiri atau dapat dari MBG? Ya, emang standarnya begini, tapi anak cowoknya kurang. Nasinya sampai di sini, lalu ikan satu ekor sudah," ujar Sherly Tjoanda dilansir dari kanal YouTube GubSherly, Rabu (6/5/2026).
Momen Sherly Tjoanda Tinjau Aktivitas Siswa di Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Sherly Tjoanda kembali melakukan peninjauan aspek lainnya. Ia ingin melihat aktivitas para siswa di Sekolah Rakyat di Desa Akekolano.
Sherly memasuki ruangan kelas khusus kelas 2. Di momen ini, Gubernur Malut tersebut langsung disambut oleh para siswa.
Para siswa mulanya terlihat cukup bersemangat. Tak ayal, mereka kedatangan sosok orang nomor satu di Provinsi Malut.
Sherly pun langsung memberikan sambutannya. Mulanya, wanita berusia 43 tahun ini memastikan para siswa terus bahagia mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Senang semua di sini?," tanya Sherly.
Para siswa dengan kompak menjawab pertanyaan dari Sherly. Mereka mengaku senang dan bahagia pendidikannya berjalan lancar.
Istri mendiang Benny Laos itu langsung bertanya terkait pasokan makanan terutama MBG yang diberikan pemerintah. Para siswa mengaku hal ini sudah lebih dari cukup.
Namun begitu, Sherly merasa jawaban tersebut kurang bergairah. Ia mempertanyakan pasokan makanan untuk para siswa tidak mengalami kendala apa pun.
"Betul cukup? Kok senyumnya kayak kurang itu ikannya ya?," tanya Sherly.
Seorang siswa akhirnya memberanikan diri. Ia mengaku asupan makanan yang diberikan masih kurang.
"Kurang, Bu," ngaku seorang siswa.
Gubernur Malut itu menerima kenyataan terkait asupan makanan dari pemerintah dinilai kurang. Ia meminta Kepala Sekolah (Kepsek) harus lebih gencar menjalani program MBG di Sekolah Rakyat.
Bagi Sherly, mereka masih dalam masa pertumbuhan. Maka dari itu, pemerintah harus lebih gencar terutama pihak sekolah agar menambah pasokan makanan untuk para siswa.
"Masih kurang ya, lapar ya? Ikannya kurang Pak Kepala Sekolah, ini lagi masa pertumbuhan. Butuh ikan lebih banyak atau nasih lebih banyak?," terangnya.
"Dua-duanya," ucap para siswa dengan kompak.
Lebih lanjut, Sherly menganggap kebutuhan asupan makanan untuk siswa perempuan dinilai cukup. Sebab, hal ini sebagai upaya menjaga kesehatan dan kondisi tubuh mereka.
"Cukup sudah cewek-cewek diet, yang cowok-cowok kurang. Toh, saya membantu menyuarakan hati," tuturnya.
Lanjut, Sherly kemudian memastikan aspek lainnya terkait kelancaran Program SR. Mulai dari tenaga pengajar hingga fasilitas sekolah untuk kenyamanan proses belajar mengajar.
"Sekolahnya terutama guru-gurunya bagus tidak? Sudah dapat laptop? Untuk seragam, satu orang dapat berapa? Baju tidur juga dapat? Jadi, tidur pakai baju apa? Biasa?," tanya Sherly.
Para siswa kompak menjawab beberapa aspek tersebut sudah dinikmati olehnya. Kemudian, Sherly membandingkan kenyamanan antara program SR dan sistem sekolah biasa.
"Enak sekolah yang dulu atau kayak begini?," tanya Sherly lagi.
Para siswa mengaku lebih nyaman mengikuti Program SR. Bahkan, mereka sampai menginap di sekolah lantaran mendapat fasilitas yang layak.
Diketahui, Program Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan menggunakan sistem berasrama gratis (boarding school). Program ini berasal dari Presiden Prabowo Subianto.
Tujuan adanya program ini memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Pemerintah menyediakan pendidikan yang semakin berkualitas, mulai dari jenjang SD hingga SMA untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu atau mengalami kesulitan ekonomi.
Program ini berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Kebetulan, Kemensos dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Malut belakangan ini melakukan pertemuan untuk memastikan kelancaran Sekolah Rakyat.
Di Kantor Kemensos, Rabu (29/4/2026), Sherly Tjoanda dan Mensos, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyepakati tiga aspek layanan terpadu, salah satu di antaranya Sekolah Rakyat.
Sherly tentu menyambut dukungan dari Kemensos. Ia berharap agar Sekolah Rakyat tidak mengalami hambatan apa pun terutama di Maluku Utara.
(hap)