- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Tak Mau Salah Langkah, Klarifikasi Pihak BJB soal Aman Yani Ungkap Fakta Mengejutkan
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi turun langsung mengawal kasus misterius Aman Yani yang dikaitkan dengan pembunuhan satu keluarga Haji Syahroni di Paoman, Indramayu.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Dedi Mulyadi memilih tidak gegabah mengambil kesimpulan. Ia justru memanggil pihak Bank BJB untuk memastikan fakta yang sebenarnya.
Langkah hati-hati Dedi Mulyadi itu menuai perhatian masyarakat karena dianggap menunjukkan keseriusannya dalam mencari kebenaran.
Momen klarifikasi tersebut bahkan diunggah melalui kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL pada 6 Mei 2026 dan langsung ramai diperbincangkan.
Dedi Mulyadi dan Pihak BJB. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Kasus Aman Yani sendiri sebelumnya mencuat setelah namanya disebut oleh terdakwa Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan dalam persidangan sebagai sosok yang diduga menjadi pelaku utama atau otak di balik pembunuhan satu keluarga tersebut.
Namun di sisi lain, pihak keluarga mengaku Aman Yani sudah menghilang tanpa kabar sejak Maret 2016 setelah berpamitan untuk merantau ke Bandung.
Keluarga juga menduga pernah ada upaya mencairkan dana pensiun atas nama Aman Yani dengan menyuruh orang lain menyamar sebagai dirinya.
Karena tak ingin salah langkah, Dedi Mulyadi akhirnya memanggil pihak BJB untuk meminta penjelasan langsung mengenai riwayat pekerjaan Aman Yani.
“Jadi Pak Aman Yani itu betul karyawannya BJB?” tanya Dedi kepada pihak Bank BJB yang hadir untuk klarifikasi.
“Betul, Pak Gub. Sejak 1 April 1989 yang diberhentikan 15 Desember 2015,” jawab seorang karyawan perempuan.
Dedi Mulyadi kemudian kembali memastikan riwayat penempatan kerja Aman Yani sebelum pindah ke kantor pusat.
“Begini kan pertama bahwa dia berpegawai ya. Kemudian sebelum pindah ke kantor pusat itu betul di kantor cabang Sumber?” tanya Dedi Mulyadi.
Ketiga karyawan BJB yang hadir pun kompak menjawab, “Betul.”
Suasana diskusi semakin serius ketika Dedi Mulyadi mulai menggali penyebab Aman Yani diberhentikan dari pekerjaannya.
“Kasusnya apa?” tanya Dedi Mulyadi.
“Kasusnya itu terkait kredit, Pak, awalnya. NPL-nya tinggi,” jawab karyawan perempuan tersebut.
Mendengar penjelasan itu, Dedi Mulyadi mencoba memahami lebih dalam posisi Aman Yani saat bekerja di bidang marketing dan bisnis kredit.
“NPL-nya tinggi. Kemudian NPL-nya tinggi kan dia bidang marketing itu manajer bisnis, artinya dia yang menawarkan kepada nasabah. Kemudian yang macet, yang enggak bayar, yang nunggak panjang itu, itukah apakah disebabkan oleh Pak Aman Yani kesalahannya?” tanya Dedi Mulyadi lagi.
Seorang karyawan pria yang mengaku pernah ikut memeriksa kasus tersebut kemudian membeberkan fakta yang cukup mengejutkan.
“Dulu kebetulan saya salah satu anggota yang ikut memeriksa terkait dengan kasusnya Pak Aman Yani. Jadi memang betul pada waktu itu kurang lebih ada 55 debitur kelolaannya Pak Aman,” jawabnya.
Ia juga menjelaskan total kredit bermasalah yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
“Waktu itu kurang lebih di Rp24 miliaran total, Pak. Masing-masing debiturnya itu di Rp500 jutaan, kredit KUR,” lanjutnya.
Dedi Mulyadi pun kembali memastikan apakah pinjaman tersebut benar-benar digunakan oleh para peminjam.
“KUR yang pinjamnya ada berarti?” tanya Dedi Mulyadi.
“Nah setelah kita observasi ternyata itu dipinjam nama, Pak,” jawab karyawan pria tersebut.
Mendengar penjelasan itu, Dedi Mulyadi langsung memberi penegasan terkait dugaan penyalahgunaan data dalam pencairan kredit.
“Artinya ada unsur kesengajaan, ada unsur beliau menggunakan nama tertentu untuk mencairkan uang,” tegas Dedi Mulyadi.
Pernyataan tersebut langsung diiyakan oleh pihak BJB yang hadir dalam klarifikasi tersebut.
(anf)