Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menemukan fakta baru saat undang Arjun guna ungkap misteri Aman Yani dalam pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni Indramayu.
Dwi Maulana Sakti alias Arjun disawer Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) sebelum ungkap misteri Aman Yani dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Dedi Mulyadi kaget saat mantan menantu Aman Yani, Arjun, ngaku dilarang cari keberadaan ayah mertua oleh pihak keluarga Ibu Saminah. Ini kesaksian lengkapnya.
Dedi Mulyadi tawarkan sayembara Rp750 juta untuk temukan Aman Yani. Saksi ungkap pria mirip Aman Yani sempat ngontrak di Villa Mutiara, Cikarang Selatan.
Saksi sebut pernah lihat orang mirip Aman Yani dan Dudu Subarkah ngontrak di Villa Mutiara, Cikarang Selatan sekitar Juni-Juli 2025. Ini kesaksian lengkapnya.
Praktisi hukum analisa langkah Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) buka sayembara Rp750 juta cari Aman Yani diduga dalang pembunuhan satu keluarga di Indramayu.
Kuasa hukum Ririn ungkap ke Dedi Mulyadi, Priyo dijanjikan Rp100 juta oleh Aman Yani untuk tutup mulut usai pembunuhan sadis keluarga Sahroni di Indramayu.
KDM tanya apakah mantan istri Aman Yani masih cinta, jawabannya mengejutkan. Ia sebut paketnya istimewa karena ada perampokan aset dalam rumah tangga mereka.
Suara bergetar menahan tangis, Ega bantah fitnah ke Dedi Mulyadi soal pencarian ayahnya, Aman Yani, yang hilang sejak 2016 tanpa jejak. Simak keterangannya!
Ega membantah klaim ayahnya, Aman Yani, yang berhutang ratusan juta untuk biaya kuliahnya. Pengakuan pahit ini disampaikan langsung di hadapan Dedi Mulyadi.
Ega anak Aman Yani mengadu ke Dedi Mulyadi sambil menahan tangis. Difitnah tak pernah cari ayahnya, padahal sudah 5 kali bolak-balik ke Bandung mencari.
Berikut rangkuman tiga berita terpopuler yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com yang diwarnai oleh gebrakan aksi dari gubernur Jawa Barat dan Maluku Utara.
Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut.