news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Sherly Tjoanda dan Bocah Ternate.
Sumber :
  • Instagram/s_tjo

Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menemui Altaf, bocah asal Ternate yang dicemooh teman-temannya efek kerap bicara bahasa Inggris dengan turis.
Jumat, 8 Mei 2026 - 04:34 WIB
Reporter:
Editor :

Ternate, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos pernah menggemparkan publik. Perhatian itu tak lepas dari sebuah video viral dirinya menyoroti bocah asal Ternate.

Pada 8 Maret 2026, Sherly Tjoanda kala itu menghadiri dalam sebuah forum. Saat menjadi pembicara, ia mendapat curhatan dari seorang ibu di Kota Ternate.

Ibu tersebut mengadu kepada Sherly Tjoanda. Ia mengatakan bahwa, anaknya bernama Alfat kerap mendapat perundungan dari teman-temannya karena sering berbicara bahasa Inggris dengan turis.

Sherly Tjoanda langsung membalas curhatan dari ibu Alfat. Gubernur Malut itu ingin bertemu dan berbicara dengan bocah asal Ternate tersebut. Video itu pun langsung viral di media sosial.

"Ajak dia ketemu saya, nanti kita bikin video bareng. Setelah itu, tidak ada lagi yang bully-bully dia," kata Sherly Tjoanda dikutip tvOnenews.com dari Instagram pribadinya, Jumat (8/5/2026).

Momen Sherly Tjoanda Bertemu dengan Altaf

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda ajak berbicara bahasa Inggris dengan Altaf, bocah asal Ternata yang diduga di-bully teman-temannya
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Tak berselang lama, Sherly Tjoanda membagikan konten saat dirinya bertemu dengan Altaf. Di momen ini, ia berbincang santai dengan bocah tersebut.

Mulanya, istri mendiang Benny Laos itu mengupas seputar identitas Altaf. Selepas itu, ia ingin memastikan keahlian bahasa Inggris dari bocah tersebut.

Sambil menggunakan bahasa Inggris, Sherly Tjoanda bertanya alasan Altaf menyukai bahasa Inggris. Pasalnya, tak banyak anak-anak langsung berminat untuk mempelajari bahasa asing.

"Kenapa kamu suka berbicara bahasa Inggris?," tanya Sherly.

Altaf memberikan alasan yang tak jauh berbeda dari sang ibu. Ia mengatakan, penyebab sangat menyukai bahasa Inggris tak lepas dari aktivitasnya yang sering bertemu turis.

Tak ayal, Kota Ternate menjadi salah satu wilayah yang sering dikunjungi turis mancanegara. Keindahan alam hingga sejarah menjadi pemantik wisatawan mendatangi kota tersebut.

Sherly justru bahagia mendengar alasan dari Altaf. Ia terkesan karena seorang bocah sudah mempunyai hobi selalu berkomunikasi dengan turis.

Sherly Tjoanda pun ingin mengetahui keinginan Altaf untuk masa depannya. Sebab, kemampuan bahasa Inggris sebagai salah satu bekal sang bocah bisa sukses di kemudian hari.

Altaf justru mengatakan dirinya belum mempunyai mimpi secara spesifik untuk masa depannya. Tak heran, ia saat ini masih sangat dini sehingga hanya memikirkan nasib pendidikannya.

"Tapi, saya ingin belajar ke luar negeri, mungkin pergi ke Spanyol," ungkap Altaf sambil menggunakan bahasa Inggris.

Selain untuk belajar, Altaf menyampaikan alasan ingin mengenyam pendidikan di Spanyol. Ia akan sering menonton pertandingan sepak bola.

Sherly pun ingin mengetahui hobi Altaf selain menonton sepak bola. Bocah asal Ternate itu juga sering berenang hingga bisa mempunyai banyak uang.

Kemudian, Sherly menggeser topik pembicaraan. Ia bertanya tentang kasus dugaan perundungan yang menyasar kepada Altaf.

Wanita berusia 43 tahun ini memahami perasaan Altaf. Bullying hanya membuat Altaf sakit hati.

"Apa yang mereka katakan?," tanya Sherly Tjoanda lagi.

Altaf menjelaskan selama dirinya dicemooh oleh teman-temannya. Ia mengatakan, dirinya selalu dinilai tidak pantas berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

Kata Altaf, pandangan tersebut tak lepas dari identitas dirinya sebagai WNI. Teman-temannya setidaknya menginginkan Altaf menggunakan bahasa lokal.

"Mereka bilang, kenapa kamu belajar bahasa Inggris, kamu kan orang Ternate, kenapa kamu belajar bahasa Inggris? Mungkin hanya itu, tapi mereka selalu mengulanginya terus-menerus," terang Altaf.

Sherly Tjoanda pun semakin penasaran. Ia ingin mengetahui gebrakan yang akan dilakukan oleh Altaf ke depannya.

Altaf hanya mempunyai keinginan yang sederhana. Ia akan membalas agar teman-temannya berhenti menyudutkan dirinya.

Sherly Tjoanda justru mempunyai pandangan berbeda. Kata Gubernur Malut itu, cara tersebut potensi mengundang keributan hingga semakin disudutkan oleh teman-temannya.

Ibu dari tiga orang anak ini menyarankan agar Altaf membiarkan mereka. Ia meyakini cara tersebut akan membuat teman-temannya lelah dengan sendirinya.

"Just ignore them. Dalam hidup, ada yang namanya kebisingan. Kebisingan adalah sesuatu yang tidak penting. Jadi, kamu tidak perlu membalas, abaikan saja mereka," jelas Sherly.

Sherly menginginkan mental Altaf tetap terjaga dengan baik. Ia berharap bocah asal Ternate itu terus fokus belajar dan bertumbuh agar keahlian bahasa Inggris dimilikinya semakin meningkat pesat.

"Kamu belajar sendiri dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris seperti sekarang ini. Aku sangat bangga padamu," puji Sherly.

"Dengan bisa berbahasa Inggris, itu akan membantumu di masa depan. Jadi, kamu benar, sekarang kamu sedang membangun, kamu menginvestasikan waktumu untuk meningkatkan diri demi masa depanmu," tukasnya.

(hap)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:37
01:32
02:27
01:02
01:24
05:18

Viral