- Youtube FHI Multimedia
Cium Pipi dan Bibir Jadi Pemandangan Biasa yang Dilakukan Kiai Ashari kepada Santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo Pati
tvOnenews.com - Seorang korban mengungkapkan bahwa cium pipi hingga bibir yang dilakukan Kiai Ashari kepada santriwati merupakan pemandangan yang biasa di Ponpes Ndholo Kusumo Pati.
Pengakuan itu dikatakan oleh korban berinisial T ketika datang sebagai narasumber di podcast Curhat Bang Denny Sumargo beberapa waktu lalu.
Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan aksi tidak terpuji. Kali ini, tindakan seorang pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati Kiai Ashari yang tuai sorotan.
Bagaimana tidak, Kiai Ashari diduga melakukan pencabulan terhadap 50 santriwatinya sejak tahun 2008. Trauma mendalam juga masih dirasakan korban.
Setelah identitasnya masuk ke daftar pencarian pihak berwajib, Kiai Ashari lantas melarikan diri sebelum ditangkap di persembunyiannya Wonogiri.
Beberapa orang yang membantu pelariannya juga ikut diamankan kepolisian seperti Kuswandi yang ditangkap secara terpisah, beserta seorang pria di Bekasi.
Adapun salah satu korban yang berani speak up adalah T, santriwati yang sudah belajar di Ponpes Ndholo Kusumo Pati sejak masih duduk di bangku SMP.
Cium Pipi dan Bibir Jadi Kebiasaan
- YouTube Curhat Bang Denny Sumargo
Di podcast Denny Sumargo, T menjelaskan secara detail bagaimana siasat Kiai Ashari dalam melancarkan aksinya mencabuli para santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati.
Menurut T, para santriwati cukup rutin disuruh memijat Kiai Ashari. Fenomena ini bahkan biasa terjadi sehingga orang-orang di lingkungan Ponpes tidak menaruh curiga.
“Kronologinya bertahap, enggak langsung separah itu enggak. Awal mulanya ya disuruh mijeti, disuruh pijat terus dicium,“ ujar T melansir dari YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Selesai memijat, Kiai Ashari kembali melancarkan aksinya. Santriwati yang selesai memijat, kemudian diberikan ciuman di area pipi bahkan bibir ketika hendak berpamitan.
T kemudian menuturkan bahwa kecurigaan tidak terjadi karena peristiwa tersebut sudah cukup sering dilakukan tiap harinya oleh Ashari terhadap santriwati.
“Kalo udah selesai kan pamitan, terus dicium gitu. Diciumnya ya ke kanan ke kiri,“ kata T sambil menunjuk bibirnya.
“Di situ biasa, kalau sudah ndalem (dekat) sama pak kiai itu sudah biasa,“ jelasnya.
Tapi anehnya, aksi tidak senonoh itu hanya dilakukan Kiai Ashari kepada santriwati yang menurutnya cantik. Jika biasa-biasa saja, hanya disuruh cium tangan.
“Tapi kalo santri biasa ya cuma salam tangan,“ ungkap T.
Alasan Santriwati Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari
- X @neVerAl0nely___
Masih di kesempatan yang sama, T lalu menjelaskan kenapa banyak santriwati yang pada akhir menuruti ajakan Kiai Ashari untuk menemaninya tidur.
“...sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu,” paparnya.
T menjelaskan bahwa santriwati diterawang oleh Kiai Ashari kalau mereka memiliki penyakit hati. Untuk sembuhkan itu, ia tawarkan solusi, salah satunya tidur bareng.
“Di pondok sana itu ada guru tariqah terus bilangnya nggih disuruh guru tariqah itu. (Menurut guru tariqah) ini bagian dari nyembuhin penyakit,“ rincinya.
T bahkan sempat merasa tidak begitu yakin dan lama-lama kurang yakin ketika dia divonis punya penyakit hati menurut penerawangan asal-asalan dari Kiai Ashari.
“Bilangnya nggih, kulo banyak iri, banyak penyakit dalam semacam iri, semacam dengki, semacam banyak fitnah gitu,“ ucapnya
“Kulo itu banyak sakitnya, kulo tuh iri dengki. Obatnya begini (tidur dengan Kiai Ashari),“ lanjutnya.
“Aku nangkapnya nggak gimana-gimana, tapi dalam hatiku ‘masak aku seburuk itu?'," pungkas santriwati itu.
(han)