news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)..
Sumber :
  • Antara

Sikap KDM Imbas Bentrokan Suporter di Jawa Barat, Minta Bobotoh Tak Selebrasi Berlebihan Usai Persib Kalahkan Persija

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) minta suporter Persib Bandung, Bobotoh tidak jemawa atas kemenangan Maung Bandung dari Persija Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Selasa, 12 Mei 2026 - 02:12 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) memberikan pesan kepada seluruh suporter Persib Bandung, Bobotoh usai pertandingan Maung Bandung melawan Persija Jakarta.

KDM meminta satu hal. Ia berharap agar tidak ada selebrasi berlebihan merayakan kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.

KDM menyampaikan pesan bentuk sikap adanya bentrokan di Karawang, Purwakarta, Bogor hingga Kuningan. Ketegangan terjadi setelah Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta skor 1-2, Minggu (10/5/2026).

KDM memahami kebahagiaan atas hasil Persib menaklukkan Persija. Namun, ia juga meminta pendukung untuk memperhatikan aspek dan dampak ke depannya.

"Tidak boleh euforia terhadap kemenangan, harus memperhatikan langkah yang harus dilalui ke depan," kata KDM di Bandung, Senin (11/5/2026).

KDM Minta Suporter Bersikap Ksatria

Suporter Persib dan Persija kompak mendukung timnas Indonesia di Kualifikasi PIala Dunia
Sumber :
  • tvOnenews - Hartifiany

KDM mengetahui rivalitas yang terjadi antara kedua tim. Laga Persija Jakarta versus Persib Bandung dianggap sebagai El Clasico dan Derbi Indonesia.

Namun begitu, rivalitas tidak boleh melampaui batas. Dedi Mulyadi berharap pendukung Persib bersikap bijak agar tak terjadi kerusuhan atas hasil pertandingan ini.

"Dan perlihatkan kita adalah bangsa ksatria," ucapnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini memahami adanya emosional setiap setelah laga Persija dan Persib. Kendati demikian, Bobotoh diharapkan tetap menjaga ketertiban umum.

Baginya, aspek ini jauh lebih penting. Sementara, jemawa yang berlebihan dapat memicu ketegangan bahkan gesekan, baik di lapangan maupun media sosial.

Dedi Mulyadi berharap pendukung Persib tetap mengutamakan ketenangan dan kesabaran. Tujuannya tentu untuk menjaga kondusifitas di Jawa Barat.

"Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan," pesannya dengan tegas.

Dedi Mulyadi juga memberikan pesan kepada pendukung Persija Jakarta yang biasa disebut the Jakmania. Ia memahami tak sedikit pendukung Macan Kemayoran di Jawa Barat.

Ia memahami kekecewaan atas hasil yang didapatkan dari pertandingan El Clasico tersebut. Namun begitu, ia berharap agar menahan diri terutama yang di Jawa Barat.

"Kemudian, bagi yang kalah jangan berkecil hati, kan nanti tahun berikutnya juga ada Liga lagi. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan," jelasnya.

Kemudian, KDM coba berseloroh. Ia menyampaikan kemungkinan rencananya terhadap pihak yang bertengkar akan dimasukkan ke dalam program barak.

"Kalau diperlukan kita bawa ke barak," sebutnya sambil berseloroh.

Dedi Mulyadi soal Wacana Konvoi Kemenangan Persib Bandung

Suporter Persib Bandung merayakan gelar juara Maung Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA), Sabtu (24/5/2025)
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham Giovani

Lanjut, Dedi Mulyadi berbicara wacana konvoi kemenangan Persib Bandung. Kota Bandung dinilai tetap sebagai lokasi utama untuk selebrasi apabila Maung Bandung juara musim 2025/2026.

Ia mengakui basis suporter Persib tidak sekadar di Bandung. Banyak suporter yang tersebar di seluruh wilayah bahkan sampai ke pelosok daerah.

"Ya pastinya maunya di Bandung, namanya juga Persib Bandung kan. Masa Persib Bandung perayaannya di luar Bandung? Tapi kalaupun di luar (kota), nggak ada masalah, suporternya kan tersebar di seluruh wilayah," jelasnya.

Ia mengungkapkan jaminan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Pemerintah akan mengawal lokasi perayaan Persib juara Super League 2025/2026.

Akan tetapi pengawalan tersebut, kata dia, pendukung Persib harus tetap mengutamakan aspek ketertiban. Ia menginginkan masyarakat aman dan nyaman.

Diketahui, berbagai video kericuhan suporter sempat merebak di media sosial. Bentrokan terjadi setelah pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung.

Adapun laga Persija versus Persib Bandung berakhir skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), pukul 15.30 WIB.

Kemenangan Persib Bandung atas Persija melalui kepiawaian Adam Alias. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil mencetak dua gol ke gawang Carlos Eduardo.

Sementara, Persija hanya mampu mengoleksi satu gol. Itu pun berhasil dicetak lewat penyerang asingnya, Alaaeddine Ajaraie.

Hasil ini membuat Persib Bandung kembali berpeluang mendapat juara ketiga kalinya. Adapun kekalahan ini membuat Persija gagal merebut asa gelar juara musim 2025/2026.

Di balik hasil pertandingan ini, pendukung kedua kubu diduga sempat terlibat bentrok. Khususnya di Purwakarta dan Karawang, pendukung Persib dan Persija diduga saling adu mulut dan saling serang satu sama lain viral di media sosial.

Untuk di Karawang, pihak Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa setelah terjadinya kericuhan yang melibatkan pendukung dari kedua klub tersebut.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan mengklarifikasi video viral yang menunjukkan seorang korban terkapar dikeroyok orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Galuh Mas, Kabupaten Karawang.

Cep Wildan menegaskan, korban langsung diamankan dan masih dalam keadaan baik dan sadar. Ia menepis informasi yang menyebut korban telah meninggal dunia.

"Polres Karawang menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban meninggal dunia adalah tidak benar atau hoaks," ungkap Cep Wildan.

Kata dia, pihak penanggung jawab juga langsung memberikan keterangan untuk menjalani proses lebih lanjut usai mendatangi Polsek Telukjambe Timur.

"Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang verifikasinya belum dibenarkan, serta tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif," tukas Cep Wildan.

(hap)

 
 
 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:56
01:33
02:53
07:16
00:53
01:07

Viral