- Instagram @jakartapening
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan
Status WhatsApp Diduga Indri Wahyuni Jadi Sorotan
Setelah LCC MPR Kalbar tersebut viral dan cuplikan videonya tersebar di mana-mana, sosok Indri Wahyuni yang diketahui menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI dicari warganet.
Pejabat administrator setara eselon III tersebut dianggap kurang mendengarkan dengan seksama ketika para peserta LCC MPR Kalbar memberikan jawaban.
Alhasil, Indri Wahyuni mendapat hujatan dari warganet. Terbaru, akun media sosial dari pejabat MPR RI tersebut kabarnya terpaksa harus di-private.
Kendati demikian, bocor di media sosial Instagram beberapa capture status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni dengan nama kontrak 'Bu Indri MPR '.
Lewat unggahan Instagram @jakartapening, Selasa (12/5), ada empat potongan foto status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni tersebar luas.
Isi status WhatsApp diduga Indri Wahyuni yang pertama merupakan teks berbahasa Inggris. Dalam pesan itu, ia berpendapat jika SMAN 1 Sambas layak menang.
“They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ kata status WhatsApp pertama.
“Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang,“ terjemahan pesan di atas.
Beralih ke status WhatsApp kedua, isi hati yang diduga milik Indri Wahyuni tersebut masih bersikeras dengan keputusan bahwa SMAN 1 Sambas adalah pemenangnya.
“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah2 jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,“ isi status WhatsApp kedua.
Yang ketiga, pesan yang diduga milik Indri Wahyuni tersebut malah berasumsi kalau sekolah yang dianggap tak layak menang gara-gara tidak terkenal.