- Instagram @jakartapening
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan
tvOnenews.com - Beredar di media sosial beberapa potongan foto yang menunjukkan status WhatsApp yang diduga milik salah seorang juri LCC MPR Kalbar, Indri Wahyuni.
Dalam foto tersebut, Indri Wahyuni menunjukkan jika dirinya bersikeras kalau sejumlah keputusan yang diambil selaku juri LCC MPR Kalbar adalah tepat.
Status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni bahkan berisi pesan yang menantang warganet untuk membongkar LHKPN-nya.
Selain Josepha Alexandra, juri LCC MPR Kalbar Indri Wahyuni juga menjadi sorotan. Pasalnya, pernyataan saat menanggapi protes peserta dianggap memunculkan polemik.
Ketika itu, Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan dari soal “DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?“
Tapi yang terjadi adalah dewan juri menganggap jawaban dari Regu C itu salah sehingga dikurangi 5 poin. Kesempatan kini ada di tim lain.
Regu B dari SMAN 1 Sambas lalu mengambil alih dan ternyata isi jawaban dari mereka sama persis dengan Regu C dari SMAN 1 Pontianak. Anehnya, hal ini disahkan juri.
Keputusan tersebut langsung diprotes oleh Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama sebelum diucapkan peserta dari Regu B.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” intrupsi peserta Regu C, Josepha Alexandra.
Kontroversi Indri Wahyuni saat Jadi Juri LCC MPR Kalbar
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Bukannya merespons dengan baik, Indri Wahyuni selaku juri LCC MPR Kalbar malah menyalahkan artikulasi jawaban dari Regu C sehingga kurang terdengar jelas bagi mereka.
“Begini ya, kan sudah diperingatkan dari awal ya. artikulasi itu penting ya. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya,” ujar Indri.
Yang bikin warganet geram adalah ketika Indri Wahyuni menilai jika dewan juri LCC MPR Kalbar mempunyai kewenangan dalam memberikan nilai, termasuk pengurangan poin.
“Kalau menurut kalian sudah (benar), tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena mendengar artikulasi kalian dengan jelas, ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5,” paparnya.
Status WhatsApp Diduga Indri Wahyuni Jadi Sorotan
Setelah LCC MPR Kalbar tersebut viral dan cuplikan videonya tersebar di mana-mana, sosok Indri Wahyuni yang diketahui menjabat Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI dicari warganet.
Pejabat administrator setara eselon III tersebut dianggap kurang mendengarkan dengan seksama ketika para peserta LCC MPR Kalbar memberikan jawaban.
Alhasil, Indri Wahyuni mendapat hujatan dari warganet. Terbaru, akun media sosial dari pejabat MPR RI tersebut kabarnya terpaksa harus di-private.
Kendati demikian, bocor di media sosial Instagram beberapa capture status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni dengan nama kontrak 'Bu Indri MPR '.
Lewat unggahan Instagram @jakartapening, Selasa (12/5), ada empat potongan foto status WhatsApp yang diduga milik Indri Wahyuni tersebar luas.
Isi status WhatsApp diduga Indri Wahyuni yang pertama merupakan teks berbahasa Inggris. Dalam pesan itu, ia berpendapat jika SMAN 1 Sambas layak menang.
“They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ kata status WhatsApp pertama.
“Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang,“ terjemahan pesan di atas.
Beralih ke status WhatsApp kedua, isi hati yang diduga milik Indri Wahyuni tersebut masih bersikeras dengan keputusan bahwa SMAN 1 Sambas adalah pemenangnya.
“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah2 jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,“ isi status WhatsApp kedua.
Yang ketiga, pesan yang diduga milik Indri Wahyuni tersebut malah berasumsi kalau sekolah yang dianggap tak layak menang gara-gara tidak terkenal.
Dia pun mendoakan agar SMAN 1 Sambas yang jadi pemenang dan berhak mewakili Provinsi Kalimantan Barat di final yang digelar di Jakarta bisa menunjukkan hal terbaik.
“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yg maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all… May Allah bless their way to go to Grand Final,“ tulis pesan ketiga.
Pesan keempat atau yang terakhir diduga status WhatsApp milik Indri Wahyuni justru berbunyi tantangan terhadap publik untuk membuka LHKPN-nya.
“Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gua yg tersebar makin bikin shock banyak orang ?. Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gua ga akan bikin gua jatuh. At the end, u will always have me kata misua ??
Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai status WhatsApp tersebut dari pihak terkait. Adapun informasi di atas diambil dari media sosial.