- Kolase
Tegas, Ketua Komisi II DPR RI Minta Juri Lomba Cerdas Cermat MPR Di-Blacklist: Akui Anda Salah
"Adik-adik kami dari SMA Negeri I Pontianak telah memberikan jawaban terkait dengan pertanyaan bagaimana mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan yang jawabannya baik secara konstitusional maupun normatif benar namun kemudian oleh juri dinyatakan salah sementara grup yang lain dari SMA yang lain menjawab dengan jawaban yang persis serupa tapi kemudian dinyatakan benar dan mendapatkan nilai sempurna," sambungnya.
Melihat kasus tersebut, Rifqinizamy Karsayuda langsung bergerak cepat dengan berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI selaku penanggung jawab lomba tersebut.
"Saya telah berkomunikasi dengan Biro Persidangan MPR RI yang menjadi penanggung jawab dari kegiatan ini," kata Ketua Komisi II DPR RI tersebut.
"Mereka saya minta untuk segera membuat klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka," lanjutnya.
Ada 3 tuntutan yang disampaikan oleh Rifqinizamy Karsayuda kepada Biro Persidangan MPR RI atas kasus ini.
"Yang pertama, saya meminta akan ada segera permohonan maaf dan klarifikasi dari Biro Persidangan MPR RI terkait hal ini," ujar Rifqinizamy Karsayuda.
"Yang kedua, saya meminta juri yang kemudian sangat fatal memberikan penilaian dan tanggapan untuk kemudian meminta maaf dan klarifikasinya, akui bahwa anda salah," lanjutnya.
Pada poin ketiga, Rifqinizamy Karsayuda meminta MPR RI untuk mengambil langkah tegas dengan melarang orang yang bersangkutan untuk menjadi juri dalam perlombaan di kemudian hari.
"Yang ketiga, kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut untuk tidak bisa lagi digunakan," tegas Rifqinizamy Karsayuda.
Menurut Rifqinizamy Karsayuda, kejadian ini menjadi sebuah citra buruk sekaligus mencederai intelektualitas.
"Ini preseden buruk dan saya kira apapun alasannya ini mencederai intelektualitas dan nilai-nilai konstitusionalisme yang kita anut selama ini," ujar Rifqinizamy Karsayuda.
Ketua Komisi II DPR RI tersebut mendesak agar tiga tuntutannya tadi harus segera dilaksanakan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di masyarakat.
"Tiga hal inilah yang saya kira harus segera dilakukan untuk kemudian memberikan klarifikasi kepada publik dan kepada adik kita dari SMA Negeri I Pontianak yang telah memberikan jawaban yang benar namun disalahkan," tegas Rifqinizamy Karsayuda.