news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Reaksi Atalia Praratya.
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/instagram Atalia/YouTube/cxomedia/

Reaksi Tak Terduga Istri Mantan Gubernur Jabar soal Cerdas Cermat MPR, Atalia Praratya: Berani sampaikan Pendapat Penting

Heboh video cerdas cermat empat pilar MPR di media sosial. Ini ikut disorot oleh mantan istri Gubernur Jawa Barat
Rabu, 13 Mei 2026 - 09:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Tengah viral video lomba cerdas cermat empat pilar MPR RI di media sosial. Isu ini menarik perhatian publik, salah satunya Atalia Praratya.

Mantan Istri Gubernur Jawa Barat itu, ikut menyoroti isu viral cerdas cermat MPR. Dalam keterangannya, mantan istri Ridwan Kamil itu memuji salah satu siswi yang ikut serta.

Profil Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah keputusan juri LCC 4 Pilar MPR RI
Sumber :
  • Instagram @jsphalxndra

Pujian Atalia Praratya terhadap siswi bernama Josepha Alexandra (Ocha) karena telah berani bersuara dalam cerdas cermat tersebut. 

Meskipun harus dikurangi poinnya, Ocha dengan berani mengungkapkan yang dirasanya benar. Sebab dalam momen cerdas cermat itu, ia merasa lebih dulu menjawab pertanyaan.

"Kira-kiraaa, apa perbedaannyaaa??? Geser sampai akhir yaa… Biar sama-sama lihat, kadang yang bikin salut bukan cuma siapa yang menang, tapi siapa yang berani menyuarakan kebenaran," katanya dikutip dari Instagramnya, Rabu (13/5).

Dalam kesempatan tersebut banyak yang menduga jika Ocha lebih dulu menyampaikan jawaban. Namun sayangnya dia dikalahkan dan dipotong poinnya.

Atalia pun mendukung langkah Ocah yang berani menyuarakan kebenaran. Dalam penilaiannya, Ocha bisa menjelaskan kalau dia menjawab benar.

Bahkan anggota DPR itu juga memberikan nilai 1000 untuk Ocha, karena dianggap jujur dan berani menyuarakan kebenaran.

Reaksi Atalia Praratya
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/instagram Atalia/YouTube/cxomedia/

"Apresiasi untuk SMAN 1 Pontianak, khususnya adik Ochaaaa..Di saat banyak orang memilih diam, ia memilih speak up dengan santun karena merasa jawabannya benar," jelas Atalia, mantan Istri Gubernur Jawa Barat.

"Dan buat saya, keberanian seperti ini nilainya jauh lebih besar dari sekadar angka di papan skor.. Integritas, rasa percaya diri, dan keberanian menyampaikan pendapat itu penting sekali dimiliki generasi muda kita," pesannya.

Respons MPR

Setelah viranya video lomba cerdas cermat itu, MPR memberikan respons dan mengakui ada kesalahan. 

Kesalahan tersebut disampaikan MPR melalui Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang sudah mengambil sikap tegas seperti putus kontrak sama MC dan dewan juri

Disampaikan pula oleh MPR kalau permohonan maaf, karena adanyakelalaian dewan juri dalam babak final yang diselenggarakan di Pontianak pada Sabtu (9/5) lalu.

Juga dikatakan sudah seharusnya memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC empat pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif.

"ramainya pemberitaan di media sosial mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” tulis pernyataan Setjen MPR RI diterima di Jakarta, Selasa, dikutip dari Antara, Rabu (13/5).

Lebih lanjut, MPR menyampaikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba.

Semua itu termasuk, mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan.

“Agar pelaksanaannya ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel.” jelas keterangan tersebut. 

Di tengah viralnya isu lomba cerdas cermat empat pilar, MPR mengapresiasi seluruh peserta, guru pendamping, dewan juri, panitia daerah serta masyarakat yang memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan dan gelaran LCC empat pilar.

Majelis permusyawaratan rakyat atau MPR berkomitmen menjadikan masukan publik sebagai bahan evaluasi. Guna menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas.(klw)

 

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:04
06:14
01:39
01:48
02:40
05:10

Viral