Sidang Tahunan MPR RI dan DPR-DPD RI Digelar Lusa, Tamsil: Jadi Episentrum Pemikiran Kebangsaan
- DPD RI
Jakarta, tvOnenews.com - Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI akan digelar pada Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang.
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengatakan forum kenegaraan tersebut sebagai jendela kebangsaan untuk memperkuat Asta Cita, di mana pusat dan daerah bergerak dalam pembangunan yang sama.
“Ini menjadi episentrum pemikiran kebangsaan untuk memastikanpembangunan nasional menjangkau seluruh wilayah. Setiap jengkal tanah di republik ini memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh menjadi kekuatan bangsa,” kata Tamsil di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dalam sidang nanti, Tamsil mengatakan DPD memiliki kepentingan memastikan perspektif daerah menjadi bagian dari arus utama pembangunan nasional.
“DPD hadir membawa suara dari pesisir, pegunungan dan pedalaman ke dalam rumah kebangsaan,” katanya.
Dia mengapresiasi pembangunan Asta Cita yang diperjuangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ini menempatkan daerah sebagai bagian utuh dari agenda memajukan bangsa.
Dia menegaskan, penguatan kapasitas nasional akan semakin kuat jika ditopang oleh daerah-daerah yang produktif dan mampu mengembangkan potensi ekonominya.
Terlebih di tengah ketidakpastian global yang semakin dinamis, integrasi dengan ekonomi dunia harus diimbangi dengan fondasi domestik yang kuat agar Indonesia tidak rentan terhadap gejolak eksternal.
Tamsil juga mengapresiasi arah pembangunan pemerintahan Prabowo yang menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama.
“Artinya, kekayaan harus pertama-tama memberi manfaat bagi rakyat Indonesia. Sumber daya alam tidak cukup hanya diambil, tetapi diberi nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi bangsa,” ujar Tamsil.
Lebih lanjut, dia menilai keberpihakan pada kepentingan nasional pada akhirnya harus bermuara hingga ke daerah. Sebab basis produksi Indonesia berada di kabupaten kota.
“Kalau sumber daya alamnya ada di daerah, maka daerah harus mendapatkan manfaat yang semakin besar. Di situlah implementasi Pasal 33 bertemu dengan semangat Asta Cita,” ujarnya.
Terkait laporan kinerja lembaga negara dan pidato Presiden, Tamsil berharap laporan tersebut tidak berhenti sebagai pertanggungjawaban konstitusional, tetapi menjadi basis evaluasi sekaligus dasar kerja.
Dia mengapresiasi berbagai capaian pemerintah dalam satu tahun terakhir, terutama upaya memperkuat ketahanan pangan dan energi, hilirisasi, pembangunan sumber daya manusia, serta berbagai program kesejahteraan masyarakat.
Load more