- Antara
Buntut Polemik Juri LCC MPR RI, Akun Media Sosial ini Mengaku Jadi Keluarga Josepha Alexandra Buat Publik Geram
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik penilaian juri final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) membuat banyak akun media sosial mengaku sebagai keluarga siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra.
Sebuah akun media sosial melalui Threads @zvanniisygg membuat publik geram. Ia mengaku sebagai keluarga Josepha Alexandra, peserta Regu C SMAN 1 Pontianak di ajang LCC tersebut.
Melalui unggahan dalam Threads tertuju ke grup LCC 4 Pilar MPR RI 2026 pada Selasa (12/5/2026), akun tersebut mengaku sebagai kakak Josepha. Ia mengungkapkan pihak keluarga Ocha mendapat pesan anonim dari orang tak dikenal (OTK).
Alasan pihak keluarga menerima pesan misterius karena mengunggah video Ocha mempertahankan jawabannya kepada dewan juri LCC MPR RI viral di media sosial.
"Adikku peserta LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat. Dia jawab benar dapat -5. Tim lain jawab hal yang sama persis dapat +10," tulis akun tersebut dilansir tvOnenews.com dari Threads LCC 4 Pilar MPR RI 2026, Jumat (15/5/2026).
Ungkap Kondisi Josepha Alexandra Akibat Diancam Somasi
- Threads/@@zvanniisygg
Lebih lanjut, akun tersebut mengungkapkan tidak hanya pihak keluarga yang mendapat pesan misterius tersebut. Ocha juga memperoleh tekanan serupa.
Kata dia, ancaman tersebut masuk dalam pesan WhatsApp (WA) Ocha. Isi pesannya berbunyi "Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi".
Ia menyampaikan dampak dari ancaman berupa somasi tersebut. Ia menyebut hal itu mengakibatkan psikologis Ocha terganggu.
"Sekarang adikku ditekan lewat chat WA, entah dari siapa disuruh hapus video yang sudah terlanjur viral. Kalau enggak, bakalan disomasi. Akibat ini adikku stress hari-hari tidur terus pendiem," terangnya.
Ia meminta publik agar mengawal ancaman tersebut. Ia menginginkan publik mencari siapa sosok pengancam itu karena bisa berdampak pada psikologis Ocha.
"Jangan sampai ini redup. Tetap kawal," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan Ocha sampai ke tahap berkompetisi pada LCC Empat Pilar MPR RI tidak mudah. Siswi kelas XI SMAN 1 Pontianak itu selalu menghafal seputar konstitusi dan pemerintahan di Indonesia.
Ia bangga adiknya bisa membawa sekolahnya masuk babak final Lomba Cerdas Cermat tersebut. Dalam acara diinisiasi MPR RI yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), Ocha dengan mudah menjawab seputar aspek pemilihan BPK.
Baginya, keputusan Ocha sebagai penjawab pertama membuat dirinya bangga. Sayangnya, jawaban siswi kelas XI tersebut disalahkan dewan juri yang membuat Regu C SMAN 1 Pontianak minus lima poin.
"Adikku latihan berbulan-bulan. Hafal konstitusi sampai tidur pun komat-kamit. Di depan kamera live YouTube MPR RI, dia jawab lantang: Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Juri bilang salah, minus lima," tuturnya.
"Soal dilempar ke tim lain dengan jawaban sama, juri bilang 'Inti jawaban sudah benar, nilai 10'. Aku replay sampai mataku panas, tidak ada bedanya," sambungnya.
Dalam ajang tersebut, Ocha protes kepada dewan juri. Akun tersebut pun menyoroti ucapan MC, Shindyy Lutfiana yang mengatakan "Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja".
"Perasaan? Dia bukan lebay, dia bukan cari drama, dia cuma minta satu hal yang paling basic 'diperlakukan adil'. Dan bahkan itu pun ditolak, disiarkan langsung, diabadikan selamanya di YouTube," sentil dia.
Cuplikan video polemik ajang tersebut menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa dampak kehebohan ini membuat Ocha diduga diintimidasi melalui pesan misterius tersebut.
Benarkah Akun itu Keluarga Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Kalbar? Cek Faktanya
- YouTube/MPRGOID
Berdasarkan hasil penelusuran akun @catatanmimi_, akun tersebut bukan keluarga Ocha. Mimi menegaskan bahwa, unggahan dari akun itu bersifat hoaks.
"Awas hoaks! Akun-akun caper yang mengaku jadi keluarga peserta LCC demi engagement," tulis Mimi.
Ia tidak menyangka tangkapan layar utas hoaks tersebut merebak di media sosial. Ironisnya, banyak akun media sosial memiliki banyak follower turut mem-viralkan unggahan itu.
Ia menegaskan bahwa, akun dengan user @zvanniisygg bukan kakak kandung Ocha. Baginya, akun tersebut hanya mencari perhatian dan berhalusinasi hanya demi mendapat keuntungan di tengah polemik ketidakadilan juri LCC Empat Pilar MPR RI 2026.
"Netizen juga banyak banget yang ikut-ikutan percaya. Kita bela Ocha, tapi nggak gini caranya! Jangan ikut-ikutan jadi nggak cerdas dan nggak cermat kayak si juri dan si MC," marah dia.
Ia menjelaskan alasan dirinya membantah akun itu merupakan kakak Ocha. Hal ini bisa dilihat dari foto profilnya yang mengenakan hijab, sementara siswi kelas XI tersebut merupakan non-Muslim.
Ia memahami pembelaan dilakukan akun tersebut. Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap Ocha.
Namun, Mimi mempersalahkan ancaman dari pesan misterius tersebut berdampak pada psikologis Ocha. Baginya, siswi kelas XI itu sangat berani menghadapi apa pun, salah satunya protes kepada dewan juri LCC akibat tidak menerima jawabannya disalahkan.
"Ocha nggak selemah itu. Lihat aja, dia tetap berdiri tegak dan slay nampolin juri dan MC itu di akunnya. Mana ada Ocha mengurung diri dan menangis," tegasnya.
Ia meminta agar tidak ada lagi memanfaatkan polemik ini hanya demi keuntungan. Ia berharap akun yang mengaku sebagai keluarga Ocha menarik unggahannya guna tak menimbulkan spekulasi liar di ruang publik.
Unggahan Mimi mengundang reaksi dari warganet. Mereka geram terhadap utas yang diunggah oleh akun @@zvanniisygg.
"Sesenggang itukah kehidupan manusia zaman sekarang?," ucap @koenyits.
"Semakin hari harus smakin waspada, udah kondisi semakin hari semakin nggak jelas, eh tambah setiap ada kasus viral ada aja yang anomali mencari dan mencuri kesempatan," kata @basrisyukri.
Dari Mimi, tak sedikit warganet mengaku telah keliru memahami utas tersebut. Mereka merasa telah digocek sehingga mempercayai pengakuan akun itu yang menyebut dirinya sebagai kakak Ocha.
(hap)