Menkeu Purbaya Optimis Indonesia Mampu Lewati Krisis Global
Jakarta, tvOnenews.com - Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) telah diperhitungkan hingga akhir 2026 dan dipastikan masih mencukupi meski kondisi ekonomi global mengalami tekanan.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap dampak krisis energi dan gejolak ekonomi dunia terhadap Indonesia.
Purbaya menyebut fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat karena sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang permintaan domestik.
Menurutnya, selama konsumsi dalam negeri dapat dijaga melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terkoordinasi, Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara stabil.
Ia juga menilai Indonesia termasuk negara yang memiliki ketahanan cukup baik terhadap krisis energi global.
Purbaya mengacu pada penilaian lembaga keuangan internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling tahan terhadap gejolak energi dibanding banyak negara lain.
Dalam penjelasannya, Purbaya mencontohkan kondisi krisis finansial global tahun 2009 ketika sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan negara-negara Eropa mengalami pertumbuhan negatif.
Namun Indonesia saat itu masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 4,6 persen karena kuatnya permintaan domestik.
Terkait Subsidi bbm, Purbaya memastikan pemerintah telah menghitung kebutuhan anggaran hingga akhir tahun.
Pemerintah juga disebut telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas fiskal apabila harga minyak dunia kembali meningkat.