- Kolase tvOnenews.com/ TikTok @awokwowk.0
Polemik Lomba Cerdas Cermat Kalbar Belum Usai, SMAN 1 Teladan Yogyakarta Ikut Kena Hujatan Netizen: Dibantu Juri
tvOnenews.com - Polemik penilaian juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR RI tak hanya berimbas pada SMAN 1 Pontianak, tetapi juga menyeret SMAN 1 Teladan Yogyakarta.
Kemenangan SMAN 1 Yogyakarta dalam mengikuti ajang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi D.I.Yogyakarta justru disalah artikan oleh netizen.
Sebelumnya, perbedaan penilaian dewan juri dari jawaban siswi SMAN 1 Pontianak pada ajang LCC tingkat Provinsi Kalimantan Barat menimbulkan polemik di masyarakat.
Publik memberikan reaksi keras kepada dewan juri dan MC pada acara tersebut setelah potongan video pada momen tersebut viral di media sosial.
MPR RI mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dewan juri serta MC pada acara tersebut dan akan mengulang perlombaan tersebut.
Tak disangka, keberhasilan SMAN 1 Teladan Yogyakarta memenangkan LCC Empat Pilar tingkat Provinsi D.I.Yogyakarta justru terkena imbas polemik tersebut.
SMAN 1 Teladan Yogyakarta Dibanjiri Hujatan
SMAN 1 Teladan Yogyakarta keluar sebagai juara pertama pada seleksi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tahun 2026 tingkat Provinsi D.I.Yogyakarta.
Salah satu SMA favorit di Yogyakarta ini berhasil memenangkan ajang yang diselenggarakan pada Sabtu (11/4/2026) setelah mengalahkan SMAN 7 Yogyakarta dan MAN 1 Yogyakarta.
Sayangnya, saat mengabadikan momen kemenangan melalui sebuah unggahan di media sosial, tim SMAN 1 Teladan Yogyakarta menjadi target hujatan netizen.
Melalui akun media sosial TikTok @awokwowk.0, momen kemenangan mereka di tingkat provinsi mendapat komentar miring dari netizen.
Tak sedikit netizen yang menuding mereka melakukan kecurangan terhadap SMAN 1 Pontianak.
“Kak bayarnya berapa?” sindir seorang netizen.
“Abis berapa kak bayar jurinya” tulis salah satu netizen.
“Oh ini mencurangi regu C” kata netizen lain.
“Dibantu juri itu,” komentar seorang netizen.
Setelah banyaknya komentar negatif, banyak netizen yang membela pemilik akun tersebut dengan mengatakan bahwa para netizen tersebut salah orang.
“Jangan hujat yang ini woyy,” seru salah satu netizen.
“Tolong ya jangan fomo kalian! Yang diperbincangkan di sosmed itu di Kalbar sedangkan kayak ini di DIY. jadi kalian jangan fomo, tabayyun dulu deh sebelum menghujat, paham nggak?” ujar netizen lainnya.
“Guys malu ih, kalian salah lapak,” sindir seorang netizen kepada netizen lain.
“Dalam berkomentar itu bagian dari adab digital. Salah tuduh itu lebih berbahaya daripada kesalahan itu sendiri. Klarifikasi: Kasus itu di Kalbar, bukan DIY. Semoga kita bisa lebih teliti dan tidak asal ikut arus hate comment,” tutur netizen.
Unggahan video tersebut viral di media sosial dan mendapatkan banyak likes serta komentar dari pengguna TikTok.
Setelah dibanjiri dengan komentar negatif terkait polemik penilaian juri di LCC Kalbar, pada unggahan berikutnya akun TikTok @awokwowk.0 memberikan penegasan bahwa mereka merupakan pemenang dari Provinsi D.I.Yogyakarta.
“Hai teman-teman, sebelum makin banyak salah paham dan fitnah, kami dari perwakilan provinsi DIY ya, SMA Negeri 1 Yogyakarta atau SMA Teladan. Kami berbeda provinsi dengan pihak yang ramai dibicarakan karena tindakan yang tidak sesuai SOP tersebut ditambah kami melaksanakan lomba juga jauh-jauh hari sebelum kejadian tersebut. Kami Alhamdulillah mendapatkan rezeki ini dengan usaha kami sendiri. Kami mohon untuk kebijaksanaan dalam mencari informasi dan utamakan literasi ya teman-teman,” tulis akun TikTok @awokwowk.0 dalam unggahan berikut nya.
Ramainya unggahan ini lantaran banyak netizen yang tidak mencermati peserta dan memberikan hujatan kepada orang yang salah.
Sehingga pihak yang tidak terseret dalam polemik tersebut ikut terkena imbasnya.
(kmr)