- Kolase tim tvOnenews
Hot News: Warga Kalbar Minta Tolong KDM dan Sherly Tjoanda, LCC MPR Diulang, Pajak Kendaraan Mau Dihapus Dedi Mulyadi
“Selamat dan sukses kepada murid SMAN 1 Sambas yang telah lolos seleksi LCC 4 Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Kabupaten/Kota dan melaju ke tingkat Provinsi!” tulis akun Instagram @smansa_sambas.
Unggahan itu bahkan menjadi salah satu postingan dengan jumlah likes tertinggi di akun tersebut. Namun setelah polemik memanas, SMAN 1 Sambas diketahui mematikan kolom komentar di seluruh akun media sosialnya.
Berbagai komentar netizen pun bermunculan di platform X. Ada yang menilai pertandingan ulang justru berpotensi memperburuk kondisi mental para peserta.
“MPR seharusnya bukan diulang, tapi dianulir penilaian juri terhadap pertanyaan yang jadi polemik karena jawaban dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas sama persis,” tulis seorang netizen.
Sementara netizen lain memuji sikap SMAN 1 Pontianak yang tetap mendukung SMAN 1 Sambas untuk melaju ke tingkat nasional.
3. Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan setelah melontarkan gagasan menghapus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada Selasa (12/5/2026), Dedi menilai sistem tersebut lebih adil bagi masyarakat.
- Kolase tim tvOnenews
“Kami ingin menghapus pajak kendaraan bermotor kemudian diganti dengan jalan berbayar. Artinya, menggunakan jalan, baru bayar. Jalan tidak digunakan, tidak usah bayar. Hal ini untuk mewujudkan rasa keadilan,” tegas Dedi.
Menurutnya, sistem jalan berbayar nantinya akan mendukung pembangunan infrastruktur berkualitas di Jawa Barat.
Jalan-jalan provinsi direncanakan dilengkapi CCTV, penerangan jalan umum, pos pengamanan terpadu, hingga layanan darurat seperti ambulans dan mobil derek.
Dedi juga menyebut kebijakan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar menggunakan jalan sesuai kebutuhan.
“Sehingga jalan menjadi nyaman untuk kepentingan semua,” tambahnya.
Meski demikian, Dedi menegaskan bahwa wacana tersebut masih sebatas gagasan awal. Saat ini, tim kajian yang melibatkan akademisi dan pakar tengah disiapkan untuk melakukan telaah mendalam.
“Ini baru gagasan, dan tim kajiannya sudah kami siapkan untuk melakukan telaah yang melibatkan para pakar dan berbagai pihak lainnya. Sekali lagi, ini baru gagasan,” pungkasnya.