- Youtube MPRGOID
Merasa Dirugikan, SMAN 1 Sambas Desak Panita LCC MPR Pulihkan Nama Baik Sekolah dan Beri Jaminan di Tingkat Nasional
tvOnenews.com - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan sebuah kejadian tak terduga di Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang melibatkan SMAN 1 Pontianak.
Dalam babak rebutan, SMAN 1 Pontianak berhasil menjawab lebih dulu.
Namun jawaban SMAN 1 Pontianak malah dianggap salah oleh dewan juri padahal jawaban yang sama dari SMAN 1 Sambas justru dinilai benar.
Akhirnya SMAN 1 Sambas mendapatkan poin dan menjadi pemenang di kawasan Kalimantan Barat.
Kasus ini dengan cepat menjadi bahan perbincangan netizen, sorotan juga mengalir deras untuk Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang jawabannya dianggap salah oleh dewan juri.
Berhari-hari kemudian setelah kasus ini pertama kali muncul, pihak SMAN 1 Sambas akhirnya memberikan pernyataan sikap terkait kasus ini.
Melalui akun Instagram pribadinya, SMAN 1 Sambas menyatakan bahwa mereka menghormati setiap keputusan resmi yang telah ditetapkan oleh panitia lomba.
Setidaknya ada 8 poin dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh SMAN 1 Sambas.
Di dalam pernyataan sikap tersebut, SMAN 1 Sambas juga membantah adanya kecurangan yang melibatkan sekolah mereka terkait dengan kejadian yang menimpa SMAN 1 Pontianak.
Oleh karena itulah SMAN 1 Sambas menyatakan bahwa mereka mengecam munculnya opini liar yang menuduh adanya kecurangan karena telah termasuk dalam perbuatan pencemaran nama baik.
Kemudian ada satu poin yang cukup menarik dari apa yang disampaikan oleh SMAN 1 Sambas.
Di dalam poin 7, SMAN 1 Sambas mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan nama baik sekolah tersebut.
Tidak hanya itu, mereka juga menuntut adanya jaminan keamanan terkait kondisi psikis para muridnya.
"7. Kami mendesak pihak penyelenggara untuk memulihkan kembali nama baik SMAN 1 Sambas dan memberikan jaminan keamanan terkait kondisi psikis murid SEBELUM kami mewakili KALBAR pada kegiatan LCC 4 Pilar MPR RI di tingkat nasional," tulis akun Instagram resmi SMAN 1 Sambas, seperti dilansir tvOnenews.com.
Selama kasus ini viral, memang tak sedikit opini liar yang justru menyalahkan pihak SMAN 1 Sambas.
Tuduhan-tuduhan tersebut dilontarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa ada bukti yang kuat.
Tak heran jika SMAN 1 Sambas kini meminta jaminan perlindungan keamanan dari pihak penyelanggara LCC MPR RI sebelum mereka bertanding di tingkat nasional mewakili Kalimantan Barat.
Sebelumnya, final LCC MPR RI untuk wilayah Kalbar sempat dinyatakan akan diulang akibat adanya kasus ini.
Namun pihak SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa mereka tidak akan mengikuti final ulang LCC 4 pilar tersebut.
Usai kasus ini viral, pihak MPR RI telah menyampaikan permohonan maaf dan mengambil tindakan tegas untuk MC dan dewan juri yang terlibat.
(far)