- istimewa
Imbas Siswinya Kritis di LCC MPR, SMAN 1 Pontianak Diprediksi Jadi Sekolah Favorit Paling Diburu di Kalbar
tvOnenews.com - Nama SMAN 1 Pontianak mendadak jadi sorotan publik usai salah satu siswinya viral karena berani mengkritik keputusan juri saat ajang LCC MPR RI Kalimantan Barat 2026.
Imbas viralnya momen tersebut, sekolah favorit di Kalimantan Barat itu kini diprediksi bakal kebanjiran pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mendatang.
Sorotan terhadap SMAN 1 Pontianak bermula dari polemik yang terjadi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat MPR Kalbar yang digelar pada Sabtu (9/5/2026).
- Instagram @windyprihastari
Saat itu, siswi bernama Josepha Alexandra memprotes keputusan dewan juri yang menganulir jawabannya meski dianggap benar oleh banyak penonton.
- dok.kolase tvOnenews.com /YouTube MPR
Bukannya mendapat penjelasan memuaskan, Josepha alias Ocha justru disebut mendapat pengurangan nilai usai melakukan protes.
Situasi tersebut langsung memancing kemarahan publik, terlebih tayangan lomba disiarkan secara langsung di YouTube dan cepat viral di media sosial.
Tak hanya dewan juri, pembawa acara atau MC dalam lomba tersebut juga ikut menuai kritik karena dianggap kurang kompeten dalam menangani situasi.
- YouTube/MPRGOID
Gelombang kritik publik akhirnya membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia mengambil langkah tegas. MPR secara resmi meminta maaf kepada SMAN 1 Pontianak dan masyarakat.
Dua juri bernama Indri Wahyuni serta Dyastasita Widya Budi, bersama MC Shindy Lutfiana, juga dinonaktifkan dari program terkait.
Di tengah polemik tersebut, nama SMAN 1 Pontianak justru semakin melambung. Banyak masyarakat menilai sekolah itu berhasil mencetak siswa yang cerdas, kritis, dan berani menyuarakan pendapat.
Para siswa SMAN 1 Pontianak bahkan diundang ke Jakarta untuk bertemu anggota dewan dan mendapat sambutan spesial dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
- Antara
Khusus untuk Josepha Alexandra, ia juga mendapat tawaran beasiswa S1 ke China dari Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.
Sejak viralnya peristiwa tersebut, akun media sosial SMAN 1 Pontianak ikut ramai diserbu warganet. Banyak orang tua hingga siswa SMP mulai penasaran dengan proses penerimaan murid baru di sekolah tersebut.
Hal itu terlihat dari unggahan Instagram Stories akun @smansaptk.informasi yang membagikan interaksi lucu dengan salah satu SMP di Kalimantan Barat.
Akun SMPN 01 Karimata sempat menanyakan kapan pendaftaran SPMB dibuka di SMAN 1 Pontianak.
- Instagram @smansaptk.informasi
“Keren, info SPMB min!” tulis akun tersebut.
Admin SMAN 1 Pontianak pun membalas dengan nada santai dan humoris.
“Sabarrr, ga liat apa mimin hampir botak gini kak,” balas admin.
Percakapan itu kemudian diunggah ulang oleh pihak sekolah dengan caption, “Bentar dulu lagi di edit.”
Interaksi sederhana itu justru makin memperlihatkan tingginya antusias masyarakat terhadap SMAN 1 Pontianak menjelang SPMB 2026.
Jika berkaca pada penerimaan tahun sebelumnya, sekolah tersebut membuka kuota sekitar 432 siswa melalui beberapa jalur seleksi.
SMAN 1 Pontianak sendiri memang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kalimantan Barat.
Berdasarkan capaian akademik, sekolah itu menempati peringkat keempat di Kalbar dengan nilai UTBK tertinggi.
Pada data tahun 2025, SMAN 1 Pontianak mencatat nilai UTBK rata-rata 536.128 dan berada di posisi 435 secara nasional.
Tak hanya unggul secara akademik, sekolah tersebut juga dikenal aktif mengirimkan siswa mengikuti berbagai perlombaan tingkat daerah hingga nasional.
Bahkan sebelum polemik LCC MPR Kalbar 2026 terjadi, SMAN 1 Pontianak ternyata pernah menjadi juara pertama LCC MPR tingkat nasional pada 2025 lalu sebagai wakil Kalimantan Barat. (han/asl)