news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini.
Sumber :
  • Pemprov Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Jadi Saksi Pernikahan Pasangan Disabilitas Rungu, Beri Pesan Khusus Begini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. Kehadiran
Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Sebuah momen haru terjadi di KUA Bale Endah, Kabupaten Bandung. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir langsung menjadi saksi pernikahan pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri. 

Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu membuat akad nikah sederhana tersebut berubah menjadi momen penuh perhatian dan empati.

Momen Haru Dedi Mulyadi Jadi Saksi Nikah Pasangan Disabilitas

Pasangan penyandang disabilitas rungu, Naila Puja Rislani dan Muhammad Sayyid Az Zahiri, resmi menikah di KUA Bale Endah, Kabupaten Bandung, Jumat, 1 Mei 2026. Hari bahagia mereka terasa semakin spesial karena Dedi Mulyadi hadir langsung sebagai saksi pernikahan.

Sementara saksi kedua dalam akad tersebut adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Dudung Abdul Rohman. 

Prosesi akad nikah dipandu Kepala KUA Kecamatan Bale Endah, Rohman, dengan bantuan juru bahasa isyarat agar kedua mempelai dapat mengikuti seluruh rangkaian akad dengan lancar.

Suasana sederhana di aula KUA berubah hangat ketika Dedi Mulyadi memberikan wejangan kepada kedua mempelai. Pria yang akrab disapa KDM itu berpesan agar pasangan tersebut menjaga rumah tangga dengan baik dan menghindari pertengkaran.

“Jangan banyak bertengkar,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari laman Provinsi Jawa Barat.

Pesan singkat itu sontak mencuri perhatian publik karena disampaikan dalam suasana penuh haru dan kekeluargaan. Kehadiran juru bahasa isyarat juga membuat nasihat tersebut dapat dipahami langsung oleh kedua mempelai.

KDM Dorong Pernikahan Sederhana di Kantor KUA

Pernikahan sederhana di kantor KUA ternyata bukan tanpa alasan. Konsep tersebut merupakan inisiasi Dedi Mulyadi yang ingin mendorong masyarakat mengurangi beban biaya pesta pernikahan.

Menurutnya, akad nikah sederhana dapat membantu pasangan muda memulai kehidupan rumah tangga tanpa tekanan utang. Dalam kesempatan itu, KDM bahkan menyatakan kesiapannya membantu perbaikan fasilitas aula akad nikah di KUA Kecamatan Bale Endah agar lebih nyaman bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan kampanye yang sebelumnya juga dilakukan Dedi Mulyadi di sejumlah daerah di Jawa Barat. Pada 21 April 2026 lalu, ia juga hadir di KUA Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, untuk menjadi saksi nikah lima pasangan warga.

Di hadapan para mempelai dan Wali Kota Depok Supian Suri, Dedi menyampaikan bahwa pernikahan sederhana dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak terbebani biaya resepsi yang besar.

“Agar tidak menimbulkan utang setelah acara pernikahan,” ucap Dedi.

Ia bahkan menyinggung tingginya kasus pinjaman online dan bank emok di Jawa Barat yang sering kali berkaitan dengan kebutuhan konsumtif, termasuk pesta pernikahan.

“Nanti rakyat Jawa Barat secara perlahan turun pinjaman pinjolnya, bank keliling, bank emoknya,” ungkapnya.

Keluarga Pengantin Bersyukur hingga Warga Terkejut

Kehadiran Dedi Mulyadi dalam akad nikah pasangan disabilitas itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga pengantin. Fenty Feriyawati, ibu kandung Puja, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepada anaknya.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sangat memerhatikan anak-anak kami dengan keterbatasannya,” ujar Fenty.

Tak hanya keluarga pasangan disabilitas, warga lain yang pernah menikah dengan disaksikan langsung oleh KDM juga mengaku terkejut. Salah satunya Deru, pengantin di KUA Bojongsari, Depok.

“Iya kaget aja pas mau akad nikah ada KDM jadi saksi,” katanya.

Deru mengaku memilih menikah di KUA karena ingin mengurangi biaya pernikahan. Menurutnya, akad di kantor KUA jauh lebih ringan karena tidak dipungut biaya besar seperti resepsi pada umumnya.

“Iya nikah di KUA untuk menekan biaya pernikahan aja,” pungkasnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pernikahan sederhana mulai dipandang sebagai pilihan realistis bagi banyak pasangan muda. Di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup yang semakin mahal, akad nikah sederhana justru dinilai mampu mengembalikan esensi utama pernikahan sebagai ikatan sakral, bukan sekadar ajang pesta semata. (udn) 
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
05:01
05:14
03:43
03:22
03:33

Viral