- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
Siswa SMAN 5 Bandung Salah Kaprah Soal Nama Sekolah Maung, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Langsung Klarifikasi
tvOnenews.com - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buru-buru meluruskan terkait istilah Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul yang salah dipersepsikan.
Sebelumnya, para siswa dari SMAN 5 Bandung mengungkapkan ketidaksetujuan apabila Dedi Mulyadi berniat mengubah nama sekolah mereka jadi Sekolah Maung.
Baru-baru ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengemukakan sebuah gagasan baru dalam dunia pendidikan di Jawa Barat yang ditujukan untuk mencetak generasi cemerlang.
Yaitu Sekolah Maung yang notabene singkatan dari Sekolah Manusia Unggul dicanangkan oleh Dedi Mulyadi untuk mengakomodir siswa-siswi berprestasi.
Bukan hanya di bidang akademik, namun tujuan Dedi Mulyadi menggagas Sekolah Maung juga sebagai sarana bagi para siswa-siswi yang berprestasi di bidang non akademik.
Rencananya, Sekolah Maung akan dioperasikan mulai tahun ajaran baru 2026/2027 dengan perubahan mekanisme dalam Sistem Penerima Murid Baru (SPMB).
Program Sekolah Maung nantinya akan disebar ke berapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat. Terkhusus di Kota Bandung, ada dua sekolah yang berpartisipasi.
Siswa SMAN 5 Bandung Kurang Setuju dengan Sekolah Maung
- tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71
Melansir dari Instagram @dedimulyadi71, KDM mengunggah wawancara beberapa siswa dari SMAN 5 Bandung yang kurang sependapat dengan program Sekolah Maung.
Bermacam argumen disampaikan oleh siswa SMAN 5 Bandung, mulai dari aspek historis sekolah, penyebutan nama menjadi berbeda hingga program yang dinilai kurang tepat.
Kendati demikian, siswa tersebut justru salah persepsi. Mereka menganggap bahwa nama Sekolah Maung akan menggantikan identitas SMAN 5 Bandung yang selama ini sudah ada.
Padahal, program Sekolah Maung hanyalah menggantikan titel sekolah favorit yang biasanya tersebar di setiap Kota/Kabupaten Jawa Barat.
Melalui unggahan Instagram-nya, Dedi Mulyadi lantas memberikan penjelasan terperinci mengenai Sekolah Maung setelah sebelumnya jadi multitafsir.
Klarifikasi KDM Soal Sekolah Maung
Secara gamblang, Gubernur Jabar tersebut menjelaskan bahwa Sekolah Maung hanyalah istilah untuk merekrut siswa-siswi berprestasi di jalur akademik maupun non-akademik.
“SMA Maung itu istilah, bukan menjadi penamaan,“ tegas Dedi Mulyadi di Instagram-nya @dedimulyadi71.
“Maung itu manusia unggul, artinya mengganti dari kalimat favorit yang merekrut siswa berdasarkan jalur akademik dan jalur prestasi lainnya di bidang seni, olahraga, industri kreatif, banyak lah,“ paparnya.
“Karena manusia unggul bukan hanya akademik saja, non akademik juga merupakan keunggulan, yang menjadi pemain sepak bola handal itu juga unggul, manusia unggul,“ jelas KDM.
Jika terealisasi, KDM mengatakan jika ada enam keahlian yang disasar dalam Sekolah Maung yaitu jurusan Teknologi Informasi, Otomotif, Pertanian, Olahraga, Elektro hingga Kelautan.
KDM lalu menyimpulkan bahwa Sekolah Maung hanyalah istilah yang digunakan sebagai pengganti sekolah favorit, bukan mengubah nama sekolah.
“Jadi (nama) sekolahnya tetap, SMA 3 Bandung, SMA 5 Bandung itu, dan nanti di tempat lain kemungkinan akan ada SMAN 1 Purwakarta, SMAN 1 Subang, SMAN 1 Indramayu, biasanya begitu,“ ungkapnya.
“Nanti tidak ada perubahan istilah SMA 3 Maung Bandung, SMA 5 Maung Bandung, gak ada istilah begitu, sekolahnya tetap seperti dahulu, SMA 1, SMA 3, SMA Kabupaten Bogor, SMA mana, seluruh provinsi Jawa Barat sama namanya ya tidak ada perubahan,“ ujar Gubernur Jabar itu.
“Kalimat Maung adalah kalimat istilah itu disebutnya sekolah unggul,“ tutupnya.
(han)