- YouTube
Dedi Mulyadi sampai Terkejut, Ternyata Ada Kesamaan Bahasa Papua dan Sunda, Gubernur Jabar: Oh Sama
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, merasa terkejut saat mengetahui bahwa ternyata ada kesamaan antara bahasa Papua dan Sunda.
Momen unik ini terjadi ketika Dedi Mulyadi menerima kunjungan dari pendeta dan akademisi dari Papua.
Salah seorang perwakilan dari Papua, Laus Rumayom, membuat Dedi Mulyadi terkejut.
Siapa sangka, ada kesamaan antara Sunda dan Papua dari segi kebahasaan.
Padahal antara Sunda dan Papua terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.
Di awal pembicaraan, Dedi Mulyadi dan Laus Rumayom membahas soal keunikan budaya yang ada di Papua.
Dedi Mulyadi sangat menyimak penjelasan tentang betapa beragamnya budaya di Papua sana.
Sebagaimana diketahui, Dedi Mulyadi merupakan orang yang sangat menjunjung tinggi kebudayaan.
Di Jawa Barat saja, Dedi Mulyadi begitu menyuarakan nilai-nilai kebudayaan Sunda.
Tak heran jika obrolan soal kebudayaan bersama perwakilan Papua sangat membuat Dedi Mulyadi antusias.
Setelah puas mendengar penjelasan tentang budaya Papua, giliran Dedi Mulyadi menjelaskan tentang budaya Sunda.
Salah satu yang dibahas adalah soal perbedaan makna kata burung dalam bahasa Indonesia dan Sunda.
"Burung, bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda beda," ungkap Dedi Mulyadi dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa ada perbedaan antara bahasa Indonesia dan Sunda terkait makna kata burung.
"Kalau bahasa Indonesia, burung itu binatang," ujar Dedi Mulyadi.
"Kalau bahasa Sunda, burung itu artinya gila atau busuk," lanjutnya.
Kemudian Dedi Mulyadi memberikan contoh bagaimana penggunaan kata burung dalam bahasa Sunda.
"Burung sia teh, gila, atau kemudian ada buah tidak jadi, buahnya burung, gagal," kata Dedi Mulyadi.
Mendengar penjelasan Dedi Mulyadi, Laus Rumayom menyambung dengan menyebut ada kesamaan istilah burung dalam bahasa Papua.
"Kita juga bilang di Papua, musim buah burung, jadi musimnya tidak berhasil, buahnya burung," ungkap Laus Rumayom.
Dedi Mulyadi begitu terkejut mendengar ada kesamaan istilah antara bahasa Sunda dan Papua.
"Oh sama," ujar Dedi Mulyadi terkejut.
Laus Rumayom kemudian mencontohkan penggunaan istilah burung di Papua kepada KDM.