- kolase tim tvOnenews.com
TRENDING: Kabar Bahagia Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi, hingga Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Tak Dikaitkan Klenik
tvOnenews.com - Beragam kabar dari kepala daerah kembali menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Mulai dari langkah Sherly Tjoanda yang menyiapkan 100 ekor sapi untuk masyarakat Maluku Utara jelang Idul Adha, hingga Dedi Mulyadi geram melihat trotoar baru kembali dibongkar.
Berikut rangkuman tiga berita yang tengah trending.
1. Sherly Tjoanda Siapkan 100 Sapi dan Gerakan Pangan Murah untuk Warga Maluku Utara
- Instagram @t_jo
Kabar bahagia datang bagi masyarakat Maluku Utara.
Gubernur Sherly Tjoanda memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Salah satu program yang paling menyita perhatian adalah distribusi 100 ekor sapi kurban ke seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara secara proporsional.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus membantu masyarakat menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Tak hanya pembagian hewan kurban, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga akan rutin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kabupaten/kota untuk menjaga harga kebutuhan pokok seperti beras, cabai, bawang, dan tomat tetap stabil.
Baca selengkapnya: Kabar Bahagia untuk Warga Maluku, Sherly Tjoanda Bakal Kirim 100 ekor Sapi dan laksanakan Gerakan Pangan Murah
2. Dedi Mulyadi Minta Situs Sejarah Sunda Tak Lagi Dikaitkan dengan Klenik
- ANTARA
Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan usai menyampaikan pandangannya terkait situs peninggalan sejarah Sunda.
Dalam diskusi kecagarbudayaan bertajuk “Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake” di Museum Pajajaran Batutulis, Kota Bogor, KDM meminta masyarakat mengubah cara pandang terhadap benda-benda purbakala.
Menurutnya, situs sejarah tidak seharusnya lagi dikaitkan dengan praktik pemujaan maupun hal-hal berbau mistis.
Ia menilai peninggalan sejarah seperti Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih merupakan bukti kecerdasan dan kemajuan peradaban leluhur Sunda yang harus dipelajari secara akademik.
Karena itu, Dedi mendorong adanya kajian ilmiah mendalam terhadap situs sejarah, mulai dari material, usia, hingga makna filosofis yang terkandung di dalamnya.
Baca selengkapnya: Soal Adanya Pemujaan dan Klenik, Dedi Mulyadi Minta Masyarakat Ubah Cara Pandang ke Situs Peninggalan Sejarah Sunda