- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel - AI ChatGPT
Tak Hanya Lestarikan Budaya Sunda, Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Besar Kirab Mahkota Binokasih
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi ungkap tak hanya lestarikan budaya Sunda, Kirab Mahkota Binokasih juga beri dampak besar, ekonomi Bandung ikut berputar.
Bandung berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu malam, 16 Mei 2026. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan hanya untuk menyaksikan Kirab Mahkota Binokasih yang digelar meriah hingga membuat sejumlah ruas kota nyaris lumpuh total. Di balik kemeriahan itu, ada dampak besar yang ikut disorot.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Kirab Mahkota Binokasih bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga membawa efek nyata bagi pergerakan ekonomi masyarakat.
Kirab Mahkota Binokasih Bandung sendiri merupakan puncak dari rangkaian festival kebudayaan kolosal Milangkala Tatar Sunda 2026. Setelah sebelumnya diarak melintasi delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat sejak awal Mei, mahkota pusaka peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran itu akhirnya tiba di Bandung sebagai titik akhir prosesi napak tilas sejarah.
Parade budaya dimulai pukul 19.30 WIB dari Kiara Artha Park, melewati Jalan Jakarta dan Jalan WR Supratman, hingga berakhir di kawasan Gedung Sate dan Jalan Diponegoro dengan rute sepanjang 3,5 kilometer.
Dalam momen tersebut, Dedi Mulyadi memimpin langsung rombongan kirab dengan menunggangi kuda putih sambil mengenakan pakaian serba putih. Kehadirannya disambut antusias ribuan warga yang memenuhi jalur protokol.
Melalui unggahan Instagram pada 17 Mei 2026, Dedi Mulyadi mengungkapkan rasa terkejutnya atas tingginya antusias masyarakat.
“Assalamualaikum, sampurasun wilujeng enjing wargi Jabar dan seluruh warga net dimanapun berada. Terima kasih ya, tadi malam Kirab Mahkota Binokasih, napak tilas Pajajaran, Bandung menjadi lautan pecinta budaya,” ucapnya.
Ia menyebut hampir seluruh area yang dilalui kirab dipenuhi warga tanpa ada celah kosong.
“Saya enggak bisa mengatakan jumlah yang hadir karena saya tidak bisa menghitung, 3 KM tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong dari warga,” kata Dedi Mulyadi.
Menurutnya, kehadiran warga tidak hanya dari Bandung atau Jawa Barat, tetapi juga dari berbagai daerah lain yang memiliki semangat yang sama dalam mencintai budaya.
“Ada warga Bandung dan ada warga Jabar, ada warga Indonesia dan bisa jadi ada warga dunia yang kumpul. Dan ini cermin bahwa ini punya spirit yang sama, kita kembali pada jati diri kita bahagia dalam setiap masa,” ujarnya.
Meski acara berlangsung sangat meriah, ia tetap menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan dan terganggu aktivitasnya.
“Dan saya mohon maaf pasti ada yang terganggu lalu lintasnya, terganggu aktivitasnya, tapi yang jelas Bandung hotel-hotel tadi malam, restoran-restoran, penuh. Artinya ada ekonomi yang berputar,” tutur Dedi Mulyadi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa di balik kemacetan dan keramaian, Kirab Mahkota Binokasih juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Bandung, terutama bagi sektor perhotelan, kuliner, dan pariwisata yang ikut mengalami lonjakan pengunjung.
(anf)