- Kolase Antara & Tangkapan layar YouTube GRIB TV
Bawa Anak Ahmad Bahar, Ormas GRIB Jaya Buka Suara soal Geruduk Rumah Penulis Imbas Konten Singgung Hercules
Kata dia, ormas GRIB Jaya memberikan pengecaman keras terhadap opini yang menggiring seolah-olah pihaknya bertindak melawan hukum hingga menekan secara fisik. Contoh narasi yang beredar seperti penyanderaan.
Lagi pula, Ketua RW setempat langsung melakukan pengawalan hingga pendampingan. Hal itu terjadi sejak pihak GRIB Jaya mendatangi lokasi setelah berkoordinasi dengan RW hingga pihak Kepolisian.
"Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai prosedur sosial," terangnya.
Soal Bawa Anak Ahmad Bahar
Pemicu peristiwa penggerudukan secara paksa tak lepas dari sebuah konten video yang viral di TikTok milik Ahmad Bahar. GRIB Jaya sempat mencari keberadaan sang penulis di rumahnya.
Sayangnya Ahmad Bahar tidak berada di rumahnya saat aksi penggeledahan. Di momen ini, Tim Satgas GRIB Jaya hanya melihat tiga orang anak sang penulis.
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya, Wilson Colling menjelaskan terkait anak Ahmad Bahar dibawa ke Kantor GRIB Jaya. Tujuannya agar sang penulis memberikan klarifikasi.
"Perlu kami ingatkan bahwa semalam memang anaknya Pak Ahmad ada di kantor, tapi sesungguhnya itu hanya untuk melakukan klarifikasi dan ketua umum kami itu menunggu ayahnya, tamp sampai selesai ayahnya tidak datang," jelas Wilson.
Wilson mengatakan, GRIB Jaya akhirnya memutuskan masalah ini diselesaikan dengan cara mediasi di Polres Depok. Pilihan tersebut menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak.
"Kami sama-sama sepakat untuk mengakhiri kegaduhan dan polemik ini dan kekeluargaan biar ke depan tidak ada masalah lagi, baik anggota dan lainnya," ucapnya.
Ahmad Bahar Minta Maaf kepada Hercules
Sementara, Ahmad Bahar menyampaikan pernyataan permohonan maafnya atas kegaduhan dari konten yang diduga berunsur memfitnah hingga menantang Hercules.
"Sebagai manusia biasa, saya meminta maaf kepada pimpinan GRIB Jaya, yaitu Pak Haji Hercules, kemudian juga kepada istri beliau dan pengurus GRIB," ucap Ahmad Bahar.
"Semoga dari permohonan maaf ini kita menjadi saudara, tidak ada masalah, tidak berkonflik," sambungnya.
Ahmad menjelaskan awal mula kronologi konflik ini. Hal itu dipicu lantaran Hercules sempat menantang tokoh politik Amien Rais.