- Tangkapan layar YouTube/TRANS7 OFFICIAL
3 Pernyataan Resmi Sarwendah terkait Tuduhan Pesugihan Gunung Kawi
Pernyataan kedua menyoroti aktivitas Sarwendah yang dinilai bertolak belakang dengan tudingan pesugihan. Chris Sam Siwu menyebut kliennya bekerja keras hampir tanpa henti.
“Lalu yang kedua, klien kami ini kalau dibilang pesugihan itu bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami tuh kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam, pagi sampai malam bertolak belakang dengan pesugihan. Pesugihan orang enggak usah kerja tiba-tiba datang semua tuh sendiri gitu ya,” ujar Chris Sam Siwu.
Ia bahkan menyinggung aktivitas live TikTok Sarwendah yang kerap dilakukan hingga larut malam.
“Nah, ini jauh. Dia benar-benar, klien kami benar-benar bekerja dari pagi sampai malam sampai pagi lagi gitu ya. Bisa dilihatlah di mungkin di TikTok live-nya gitu ya. Jadi memang enggak masuk akal kalau dia pesugihan harus sampai kerja sekeras itu,” lanjutnya.
3. Sarwendah Ajarkan Anak-anak soal Kerja Keras
Poin ketiga yang disampaikan pihak Sarwendah adalah prinsip hidup yang selalu dipegang sang artis dalam mencari rezeki. Menurut kuasa hukumnya, Sarwendah percaya kekayaan diperoleh melalui usaha dan kerja keras.
“Lalu yang ketiga bahwa klien kami memiliki prinsip ya bahwa mendapatkan kekayaan itu dengan kerja keras, tidak dengan hal-hal seperti itu. Itu yang disampaikan ya. Itu juga yang diajarkan kepada anak-anaknya juga,” kata Chris Sam Siwu.
Meski begitu, pihak Sarwendah mengaku masih mempelajari maksud dari video yang viral tersebut dan belum ingin berburuk sangka kepada pihak tertentu.
“Jadi kita belum tahu ini maksudnya apa. Memang secara video kami sudah pelajari tadi ada pihak dari pihak Gunung Kawi yang menyebut nama klien kami. Tetapi tidak dipastikan menyebut ke sana itu karena apa. Ya, jadi kita juga mau enggak mau berburuk sangka juga ke orang. Kita mau pelajari dulu ya,” ujarnya.
Chris Sam Siwu juga menyinggung sosok berinisial PM yang muncul dalam video tersebut.
“Dan kepada pihak yang memang ada di dalam video itu ya mungkin saya inisialkan PM ya. Itu kita lihat bahasanya seperti apa. Nanti kita lihat ya. Kalau memang ternyata hanya hal-hal yang sifatnya memang dia menyampaikan apa adanya ya kita lihatlah masih bisa kita maafkan apa enggak nanti kita diskusi dengan klien,” katanya.