- Instagram @sarwendah29
Sindiran Tajam Sarwendah Akibat Namanya Diseret dalam Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Sentil tentang Clickbait
Jakarta, tvOnenews.com - Artis Sarwendah bereaksi keras. Ia merespons isu miring yang membuat namanya diseret dalam dugaan ritual mistis melalui pesugihan di Gunung Kawi.
Sarwendah menyikapi isu ini yang menimbulkan spekulasi liar bahwa, dugaan ritual mistis di Gunung Kawi sebagai cara dirinya mencari harta kekayaan.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Selasa (19/5/2026), Sarwendah menuliskan nada sindiran yang sangat pedas. Mantan istri Ruben Onsu itu menunjukkan sikap gerahnya.
Sarwendah merasa namanya selalu menjadi bahan komoditas. Ia pun menyentil akun media sosial yang kerap membuat konten clickbait untuk menarik perhatian khalayak hanya demi keuntungan mereka.
"Namaku clickbait banget ya sampai enggak berhenti-henti dipakai?Okelah berarti aku," tulis Sarwendah sambil menyematkan emoji tersenyum dikutip tvOnenews.com, Rabu (20/5/2026).
Cara Sarwendah Bantah Isu Pesugihan di Gunung Kawi
- YouTube Sarwendah Official
Unggahan tersebut sebagai respons pertama dari Sarwendah. Tak ayal, hal itu merupakan pembelaan akibat namanya ramai disebut dalam isu ritual di Gunung Kawi.
Mantan personel Cherrybelle itu kemudian membagikan cara untuk menepis isu pesugihan guna mencari harta kekayaan. Ia sesumbar memamerkan potret ketika dirinya berada di Serbia.
Dalam potret itu, ibu dari tiga anak ini tengah melakukan proses syuting. Kala itu ia berfokus di bagian film horor.
Sarwendah menampilkan suasana lokasi yang terlihat gelap. Tak hanya itu, potret tersebut menunjukkan situasi di tempat syuting seolah sangat mencekam sesuai dengan nuansa film horornya.
Ia pun kembali memberikan sarkasnya terhadap pihak yang kerap menyeret namanya. Ia ingin mengetahui apakah mereka mengaitkan dirinya dengan hal mistis saat berada di luar negeri.
"Kebetulan ini juga disuruh syuting horor ke Serbia, rasanya seperti nyawa nggak ada harganya, bahaya luar biasa. Apakah di luar negeri juga ada pesugihan?," sentil Sarwendah.
Sementara, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu harus turun tangan menyikapi isu viral di media sosial. Chris menegaskan bahwa, konten tersebut bentuk framing merusak citra kliennya.
"Jadi sudah ditegaskan sama klien kami, kami diminta untuk menyampaikan juga bahwa itu sekali lagi framing. Saya enggak tahu motivasinya apa," ujar Chris.
Ia mengetahui potongan cuplikan video konten memperlihatkan pengakuan juru kunci atau kuncen di Gunung Kawi kepada Pesulap Merah.
Dalam video konten diunggah Pesulap Merah, juru kunci mengungkapkan tokoh-tokoh ternama yang melakukan ritual mistis di Gunung Kawi. Sang kuncen juga menyebut salah satu artis pernah menjalani hal ini adalah Sarwendah.
Chris menegaskan bahwa, tim kuasa hukum akan mempelajari hal itu. Tujuannya untuk mengetahui konten tersebut diduga mengarah pada upaya framing yang merugikan Sarwendah.
"Kami pasti akan lakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya ya. Jadi kita akan pelajari dulu terkait video yang beredar ya," terangnya.
Chris menjelaskan pernyataan kedua yang menyangkut pada aktivitas Sarwendah. Ia tidak habis pikir ada isu ritual mengarahkan sebagai upaya kliennya mencari harta kekayaan secara instan.
Menurutnya, aktivitas sehari-hari dilakukan Sarwendah bertolak belakang dengan isu tersebut. Ia menegaskan bahwa, wanita berusia 36 tahun itu selalu bekerja keras demi kebutuhan hidupnya.
"Kalau bisa dilihat, dia bekerja dari pagi sampai malam, pagi sampai malam bertolak belakang dengan pesugihan. Kalau pesugihan, orang tentu enggak perlu bekerja karena tiba-tiba datang semua dengan sendirinya," bebernya.
Lebih lanjut, Chris menyampaikan prinsip hidup dari Sarwendah terkait urusan mencari rezeki. Ia tidak membantah kliennya percaya terhadap harta kekayaan, namun hal itu harus didapatkan usaha dan kerja keras.
Ia mengingatkan sosok berinisial PM dalam video yang berincang dengan juru kunci di Gunung Kawi. Tim kuasa hukum Sarwendah akan menelaah maksud dan tujuan pembuatan konten tersebut.
"Kalau memang ternyata hanya hal-hal yang sifatnya memang dia menyampaikan apa adanya ya kita lihatlah masih bisa kita maafkan apa enggak nanti kita diskusi dengan klien," tukasnya.
(hap)