- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
Warga Malut harus Tahu, 4 Strategi Sherly Tjoanda Menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha: 100 ekor Sapi Dibagikan
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda bagikan 100 ekor sapi ke berbagai wilayah menjelang hari raya Idul Adha 2026.
Langkah ini ternyata masuk dalam program Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi Maluku. Diformulasikamln menjadi 4 langkah.
Seperti kita tahu, hari raya Idul Adha identiknya dengam potong hewan kurban. Warga Maluku pun diharap bisa merasakan bantuan tersebut.
- Instagram @t_jo
"Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, Pemprov Maluku Utara telah menyiapkan beberapa langkah taktis," ucapnya dikutip dari malutprov, Rabu (20/5).
Secara umum dipahami berkurban menjadi media menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat.
Selain dari langkah pemberian 100 ekor sapi, fakta mengejutkan disampaikan Gubernur Maluku Utara itu, jima ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah, di mana 80% beras masih didatangkan dari luar.
Pasalnya, belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur. Kini Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa investor untuk pengembangan lahan peternakan seluas 5-10 hektar.
Diharapkan tahun 2026, Maluku Utara bisa memiliki peternakan ayam petelur sendiri untuk memangkas selisih harga telur yang saat ini mencapai 50% lebih mahal, dibandingkan harga di Pulau Jawa dan Sulawesi.
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
"Kami juga sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memastikan pemenuhan kuota stok Minyak Kita yang seharusnya 600.000 liter, namun saat ini baru tersedia 100.000 liter di gudang," jelqs Sherly Tjoanda Laos.
Berikut ini 4 langkah Pemprov Maluku Utara Menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha, antara lain:
Pertama, Gerakan Pangan Murah (GPM) akan dilaksanakan secara rutin di 10 Kabupaten/Kota untuk komoditas beras, bawang, cabai, dan tomat.
Kedua, Distribusi Hewan Kurban, Pemprov Malut telah menganggarkan 100 ekor sapi untuk didistribusikan secara proporsional ke seluruh Kabupaten/Kota.
Ketiga, Peningkatan Produksi Pertanian, melalui bantuan Kementerian Pertanian, Maluku Utara mendapatkan kuota cetak sawah baru seluas 10.000 hektar dan aktivasi kembali sawah seluas 4.600 hektar di Halmahera Utara dan Halmahera Timur.
Keempat, Infrastruktur Logistik, Bulog RI telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 6 titik gudang baru di Maluku Utara guna memperkuat stok logistik daerah.
Tidak lupa juga, Gubernur Sherly Tjoanda memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang solid.
Menurutnya capaian positif di mana angka inflasi Maluku Utara yang sempat menyentuh angka 5% pada Maret (menjelang Ramadhan), kini telah berhasil ditekan secara signifikan, berkat kerjasama.
"Per Mei 2026, inflasi year on year (y-on-y) kita berada di angka 2,03% dan year to tame (y-on-t) di angka 2,59%. Angka ini sudah berada di bawah standar nasional. Ini adalah hasil kerja keras seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas harga di Maluku Utara," ujar Gub Sherly.
Sekalipun inflasi terkendali, Gubernur menyoroti ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan luar daerah. Sejauh ini 80% beras masih didatangkan dari luar, serta belum adanya produksi mandiri untuk ayam potong dan telur.
Dorong Infrastruktur
Perlu diketahui, selain dari stabilitas ekonomi, Sherly Tjoanda pernah menjelaskan dalam mewujudkan mimpinya itu. Dibutuhkan langkah besar berupa pembangunan infrastruktur.
Bangun infrastruktur yang berfokus seperti membangun akses atau jalan. Tujuannya bukan sekadar jalan yang saling terhubung.
"Melalui skema Kontrak Payung bersama @lkpp_ri, pembangunan jalan kini bisa berjalan lebih cepat, lebih hemat, dan lebih pasti tanpa proses tender berulang," ucapnya, dikutip dari Instagramnya.
Lebih lanjut, kata Sherly Tjoanda Laos hasil kerjasama dengan Lembaga Kebijakan Penggadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP RI) menghasilkan kontrak payung bersama.
Diharapkan bisa menghasilkan 7 ruas jalan sepanjang 75 km, yang disebutkan sudah dikontrak dan segera mulai dikerjakan.
Sebab setiap pembangunan atau rupiah yang dihemat harus kembali menjadi manfaat bagi rakyat, kata Sherly Tjoanda.(klw)