- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Usai Ucapkan Terima Kasih Kepada Seluruh Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Buka Suara soal Wacana Jabar Ganti Nama
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung rangkaian kegiatan Milangkala Tatar Sunda 2026.
Menurutnya, antusiasme warga menjadi energi penting untuk menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat pemahaman terhadap sejarah dan arah pembangunan daerah.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Dedi setelah puncak peringatan Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung pada 18 Mei 2026.
- Humas Pemprov Jabar - Antara
Ia menilai kegiatan budaya tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingat kembali akar sejarah masyarakat Sunda.
"Terima kasih pada seluruh warga Jabar yang memberikan dukungan yang penuh terhadap kegiatan Milangkala Tatar Sunda yang berpuncak pada tanggal 18 Mei 2026," ujar Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Dalam keterangannya, Dedi menjelaskan bahwa semangat utama dari peringatan tersebut adalah mengajak masyarakat memahami asal-usul budaya, jati diri daerah, serta arah pembangunan yang ingin diwujudkan di Jawa Barat pada masa mendatang.
- Antara
Namun di tengah suksesnya penyelenggaraan acara, muncul berbagai spekulasi di media sosial yang mengaitkan Milangkala Tatar Sunda dengan rencana pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Tatar Sunda.
Menanggapi hal itu, Dedi langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah adanya agenda perubahan nama provinsi dan menyebut informasi yang beredar hanyalah narasi yang dibuat oleh pihak lain.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak pernah membahas ataupun merencanakan pergantian nama daerah.
Fokus utama pemerintah saat ini tetap pada pelayanan publik, pembangunan, dan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
- Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Kami tegaskan bahwa ada yang melempar wacana membuat cerita-cerita di media sosial akan ada perubahan nama Jawa Barat jadi Tatar Sunda, saya katakan seluruh rangkaian itu adalah karangan orang lain," tegas KDM.
Dedi juga memastikan identitas administratif provinsi tidak berubah. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta itu menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bekerja menjalankan program-program pembangunan tanpa disibukkan oleh polemik yang tidak memiliki dasar resmi.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus terus bekerja, tidak akan mengurusi perubahan nama, namanya tetap Jawa Barat," pungkas Dedi Mulyadi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah peringatan Hari Tatar Sunda digelar.
Dengan demikian, Dedi memastikan bahwa Milangkala Tatar Sunda bertujuan memperkuat nilai budaya dan sejarah, bukan mengubah nama resmi Provinsi Jawa Barat. (asl)