- jabarprov.go.id
Dedi Mulyadi Siapkan Kejutan untuk Warga Karawang, Alun-alun Bakal Disulap Jadi Destinasi Kota Tua Baru di Jabar
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyiapkan gebrakan baru dalam penataan wilayah di Jawa Barat.
Kali ini, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus setelah masuk dalam jalur Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
Salah satu rencana yang mencuri perhatian adalah perubahan konsep Alun-alun Karawang yang nantinya akan dikembangkan menjadi kawasan Kota Tua Karawang.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Program tersebut menjadi bagian dari penataan infrastruktur dan ruang publik yang sedang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Karawang.
Dedi Mulyadi menjelaskan, penataan tidak hanya menyasar alun-alun, tetapi juga mencakup perbaikan jalan, trotoar, taman, hingga berbagai fasilitas publik di sepanjang rute kirab budaya.
“Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman, akan dilaksanakan di sepanjang rute kirab,” ujar Dedi Mulyadi.
Menariknya, kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi batu-batu bertuliskan pesan cinta yang ditempatkan di sejumlah titik.
- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Menurut Dedi, konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana yang lebih humanis sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
“Dan sepanjang jalan nanti akan ada batu tulis yang isinya pesan-pesan cinta. Nanti Alun-alun menjadi kawasan Kota Tua Karawang,” lanjutnya.
Pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bukan sekadar agenda seremonial atau perayaan budaya semata.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong pembangunan daerah yang berpijak pada sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Sunda.
- jabarprov.go.id
Karena itu, berbagai program penataan kawasan yang telah dirancang akan diupayakan masuk dalam pembiayaan melalui APBD Perubahan 2026 maupun APBD 2027.
KDM berharap kehadiran kawasan Kota Tua Karawang nantinya dapat menjadi destinasi wisata baru yang memiliki nilai sejarah dan cerita tersendiri.
Selain mempercantik wajah kota, konsep tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat serta menarik kunjungan wisatawan.
“Karawang harus menjadi kota yang nyaman, bersih, memiliki identitas budaya, dan punya cerita yang bisa dikenang oleh masyarakat maupun pengunjung,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap daerahnya.
Ia juga mengaku bangga karena Karawang menjadi salah satu lokasi yang dilalui Mahkota Binokasih dalam rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.
Menurut Aep, Mahkota Binokasih mengandung filosofi penting mengenai hubungan harmonis antara pemimpin dan masyarakat yang dibangun atas dasar kasih sayang, persatuan, dan kebersamaan.
Dengan rencana penataan tersebut, wajah Karawang diproyeksikan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan budaya. (klw/asl)