- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
Jauh-jauh Terbang ke Jakarta, Sherly Tjoanda Bertemu Menteri AHY Berkoordinasi Memajukan Maluku Utara Wujudkan Konektivitas
Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda belum lama ini terbang ke Jakarta bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Yudhoyono (AHY) beberapa waktu lalu.
Dalam pertemuannya dengan Menteri AHY, Sherly Tjoanda membahas seputar gambaran pembangunan infrastruktur di Maluku Utara.
Gubernur Malut tersebut, memiliki ambisa besar untuk membangun Maluku menjadi wilayah yang terkoneksi.
- Instagram Sherly Tjoanda @s_tjo
"Semua pintu yang telah diketuk dan terbuka harus terus dijaga, dikawal, dan ditindaklanjuti.
Karena setiap langkah yang sudah dimulai, harus dipastikan bergerak sampai pada tahap pelaksanaan," katanya dikutip dari Instagramnya, Senin (25/5).
Dijelaskan oleh Sherly Tjoanda Laos, kalau pertemuan ini terjadi pada Jumat (22/5) kemarin. Dia juga bertemu dengan Ketua OJK.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Malut itu menyampaikan pesan mendalam. Sebab membangun konektivitas Maluku bisa berdampak pada ekonomi warga Maluku Utara.
"Hari ini jumat 22 Mei 2026 kami kembali berkoordinasi dengan Bapak Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan @agusyudhoyono untuk mengawal rencana konektivitas Trans Kie Raha, yang diharapkan menjadi salah satu kekuatan besar dalam mendorong pemerataan pembangunan dan konektivitas wilayah di Maluku Utara," jelas Sherly.
"Di hari yang sama, kami juga berkonsultasi dengan Ibu Ketua OJK @fridericawidyasari untuk memperkuat literasi dan akses pembiayaan bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya para nelayan, agar peluang ekonomi yang terbuka dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat di akar rumput," sambungnya.
- Instagram/@s_tjo
Menurutnya, membangun Maluku Utara bukan hanya tentang membuka peluang. "tetapi memastikan setiap peluang dikawal dan dieksekusi sampai memberi manfaat nyata bagi masyarakat," pesan Sherly Tjoanda Laos.
Sebelumnya, Sherly bertekad akan memprioritaskan untuk membangun infrastruktur yang bertujuan membangun konektivitas.
Katanya, ini bertujuan untuk mempermudah seluruh aktivitas warganya, yang disebutkan mayoritas bekerja sebagai petani dan sisanya nelayan.
"60% warga Maluku Utara adalah petani kopra, cengkeh, dan pala. 20% lainnya adalah nelayan," katanya.
Dengan tegas, Gubernur Malut itu menyampaikan dalam pertemuan Musrenbang waktu lalu. Warganya memiliki mata pencarian yang jelas dengan hasil berlimpah.
Menurutnya dibalik berlimpahnya hasil sumber daya alam (SDA) menjadi mata pencarian rezeki warganya, ada kendala besar yaitu keterbatasan akses.
Akses ini menyangkut dengan konvektifitas antar jalan utama, sampai tempat vital seperti Pasar, Pelabuhan lainnya bisa menahan hasil panen.
"Mereka tidak kekurangan hasil. Mereka hanya kekurangan akses. Hasil panen ada. Ikan ada.(klw)