- Instagram @dedimulyadi71
Dedi Mulyadi Heran Warga Bisa Bertahan di Tengah Gunungan Sampah Pasar Ciwastra: kok Masih Bisa Hidup?
tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melakukan blusukan di Kota Bandung usai sebelumnya menertibkan kios pedagang kaki lima di sejumlah titik.
Kali ini, pria yang akrab disapa KDM itu menyoroti kondisi tumpukan sampah di TPS Pasar Ciwastra yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi tampak terkejut saat melihat kondisi sampah yang menggunung dan menimbulkan bau menyengat di kawasan tersebut.
- Instagram @dedimulyadi71
“Nah pasar apa ini tumpukan sampah, Pasar Ciwastra. Ini enggak kebauan orang sini?” tanya Dedi kepada warga sekitar.
Warga yang berada di lokasi langsung mengeluhkan kondisi lingkungan yang dinilai sudah tidak nyaman.
Bahkan, salah seorang ibu mengaku anak-anak yang hendak pergi mengaji sering terganggu akibat sampah yang jarang diangkut.
"Bau pak, anak kasihan mau ngaji tuh kadang ada yang jatuh, kasihan pak," timpal salah seorang ibu.
- Instagram @dedimulyadi71
Mendengar keluhan itu, Dedi Mulyadi pun tampak heran sekaligus prihatin melihat kondisi warga yang harus hidup berdampingan dengan gunungan sampah setiap hari.
“Kok masih pada bisa hidup,” ujar KDM dengan nada heran.
Warga kemudian menjelaskan bahwa persoalan utama terjadi karena sampah tidak rutin diangkut meski mereka tetap membayar iuran kebersihan setiap bulan.
“Soalnya jarang diangkut, Pak,” kata warga kepada Dedi Mulyadi.
- Instagram @dedimulyadi71
KDM pun langsung menegaskan bahwa persoalan sampah tersebut harus segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat sekitar.
"Karena saking kotornya, oh jarang diangkut? Tapi iurannya mah bayar?" lanjut KDM menanggapi.
"Bayar lah," sahut warga lagi.
Ia pun meminta agar pengangkutan sampah segera dilakukan supaya lingkungan kembali bersih dan nyaman.
“Mau diangkut sampah ini biar beres lah,” tegasnya.
Blusukan Dedi Mulyadi ke Pasar Ciwastra kembali menjadi perhatian publik karena memperlihatkan kondisi nyata yang masih dihadapi warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, khususnya terkait persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah. (asl)