news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Papua.
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Dedi Mulyadi Sebut Pengetahuan Orang Papua di Atas Rata-rata: Melebihi Ahli di Bidang Bangunan dan Kehutanan

Dedi Mulyadi sebut pengetahuan orang Papua di atas rata-rata dan melebihi ahli bangunan serta kehutanan. Rumah pohon dinilai simbol kemajuan, bukan ketertinggalan.
Minggu, 31 Mei 2026 - 07:39 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan pernyataan mengejutkan sekaligus penuh apresiasi saat mengunjungi Papua. Ia menyebut pengetahuan masyarakat Papua berada di atas rata-rata dan kecerdasannya bahkan melampaui para ahli di bidang bangunan maupun kehutanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam kunjungannya ke Papua dan didokumentasikan melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada 30 Mei 2026.

"Jadi orang Papua itu pengetahuannya di atas rata-rata, kecerdasannya melebihi ahli di bidang bangunan dan ahli di bidang kehutanan," ucap Dedi Mulyadi.

Pernyataan itu ia sampaikan merujuk pada tradisi membangun rumah pohon yang telah lama dipraktikkan masyarakat adat Papua. Bagi Dedi Mulyadi, rumah pohon bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bukti nyata kearifan lokal yang jauh melampaui pemahaman modern.

"Kalau kita membangun rumah menebang pohon, orang Papua membangun rumah di atas pohon," kata Dedi Mulyadi.

Kunjungan Dedi Mulyadi ke Papua bukan perjalanan biasa. Ia hadir sebagai keynote speaker tunggal dalam Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III 2026 di Kota Jayapura.

Undangan tersebut berawal dari inisiatif para perwakilan akademisi, termasuk dari Universitas Cenderawasih, serta tokoh agama dari Papua yang secara khusus mendatangi kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. 

Mereka menilai gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi menginspirasi, khususnya dalam hal kedekatan dengan masyarakat dan pendekatan berbasis budaya.

Sesampainya di Papua, Dedi Mulyadi disambut dengan prosesi adat Tamu Agung. Ia dikalungkan selendang sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari tuan rumah.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan apresiasi mendalam terhadap tradisi rumah pohon masyarakat Papua. 

Ia menyebut rumah pohon sebagai apartemen alami yang menyehatkan dan efisien, sebuah bentuk arsitektur yang justru mencerminkan kemajuan berpikir, bukan ketertinggalan.

"Ini bukan simbol ketertinggalan, tapi justru ini adalah simbol kemajuan. Bagaimana punya rumah dan punya pohon, cerdas nggak? Hebat nggak?" ujar Dedi Mulyadi.

Hal itu juga ia tuangkan dalam unggahan Instagram-nya dengan kalimat yang lugas dan tegas.

"Kita bangun rumah malah tebang pohon. Tapi orang Papua sangat arif. Mereka bangun rumah di atas pohon," tulis Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi tidak berhenti pada apresiasi. Ia melontarkan gagasan konkret agar kearifan lokal tersebut dijaga dan dikembangkan menjadi destinasi wisata bertaraf internasional.

"Untuk itu saya, kalau bisa, ini nanti ada satu kampung kawasan rumah pohon semuanya. Ke depan, itu turis-turis bisa datang ke sini hanya untuk melihat rumah pohon," kata Dedi Mulyadi.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk merusak atau menebang apa yang sudah menjadi warisan kecerdasan leluhur Papua.

"Tidak usah dirusak, ditebang. Ini adalah simbol kecerdasan, dan kita selama ini memahami mereka semua sebagai simbol-simbol ketertinggalan. Justru dia adalah simbol kemajuan," tegas Dedi Mulyadi.

Pernyataan Dedi Mulyadi ini mendapat sorotan luas karena membalik narasi yang selama ini berkembang di masyarakat. 

Alih-alih memandang tradisi lokal Papua dengan sebelah mata, Gubernur Jawa Barat itu justru menjadikannya cermin untuk mengevaluasi cara pandang kita terhadap kecerdasan dan kemajuan.

(anf)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:15
01:03
09:09
05:21
07:09
01:51

Viral