- Instagram/fabananash_
Mengenal Love Scamming dan Ciri-cirinya, Kasus yang Jerat Fabiola Elizabeth hingga Jadi Tersangka dan Rugikan Rp41 Miliar
Walau bari beberapa hari, pelaku biasanya bisa dengan mudah menghujani korban dengan pujian, perhatian berlebih, hingga kata-kata manis dan romantis.
Bahkan, mereka akan dengan cepat menyatakan cinta, memanggil dengan sebutan sayang, bahkan langsung membicarakan rencana pernikahan yang serius demi mengikat emosi korban secara instan.
3. Selalu menolak atau batak bertemu secara langsung
Setiap kali diajak bertemu langsung atau sekadar melakukan panggilan video (video call), pelaku selalu punya seribu satu alasan untuk menghindar.
Alasan klasik akan mereka berikan, mulai dari kamera ponsel rusak, jaringan buruk di lokasi kerja terpencil, hingga pembatalan mendadak karena ada keadaan darurat medis atau dinas.
4. Ujung-ujungnya minta uang
Ini adalah tujuan akhir dari semua drama yang mereka bangun. Setelah korban merasa sangat terikat secara emosional, pelaku akan mengarang cerita sedih.
Mereka bisa mengaku keluarganya sakit keras, dipecat dari pekerjaannya tiba-tiba, rekeningnya dibekukan sementara, atau butuh modal cepat untuk proyek besar, lalu meminta korban mengirimkan uang dalam jumlah besar.
Bahkan, terkadang agar tak mudah dicurigai, mereka akan mulai meminta dalam nominal yang kecil atau dengan iming-iming akan diganti suatu hari nanti.
5. Minta merahasiakan hubungan
Pelaku sering kali meminta korban untuk tidak menceritakan hubungan mereka kepada keluarga atau teman terdekat dengan alasan menjaga privasi.
Taktik ini sengaja dilakukan agar korban terisolasi dan tidak mendapatkan masukan rasional dari orang sekitar yang mungkin mengendus kecurigaan.
(ism)