- Kolase ANTARA/Livia Kristianti & YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Gara-gara Abu Janda, Gubernur KDM Respons Keras Pernyataan Pelabelan Jawa Barat Disebut Provinsi Barbar
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons keras Permadi Arya alias Abu Janda. Hal ini tak lepas dari pernyataan viral sang pegiat media sosial tersebut.
KDM menyoroti pernyataan yang menyinggung Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, Abu Janda diduga menghina dengan menyebut Jabar sebagai wilayah "barbar" belum lama ini.
KDM menyayangkan pelabelan Jawa Barat sebagai Provinsi barbar. Ia menilai pandangan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sosial masyarakat di wilayah Jabar.
KDM menyampaikan suasana sikap toleransi masyarakat Jawa Barat. Warganya selalu menjunjung tinggi hidup berdampingan, keterbukaan, serta keberagaman.
"Saya sih selalu melihat segala sesuatu yang berkembang itu kita menanggapi secara dewasa, bahwa hari ini saya menegaskan orang Jawa Barat itu sudah sejak lama toleran, orang Jawa Barat itu dari dulu toleran," kata KDM, Selasa (2/6/2026).
KDM Bicara Konflik Kategori Intoleransi di Jawa Barat
- jabarprov.go.id
KDM bingung alasan Jawa Barat dilabeli provinsi intoleransi. Gubernur Jabar ini memberikan penilaian terkait isu toleransi yang berkembang di wilayahnya.
Mantan Bupati Purwakarta ini tak membantah terdapat sejumlah konflik di Jawa Barat. Konflik-konflik tersebut membuat banyak pihak menyandingkan dengan isu toleransi.
Namun demikian, berbagai konflik yang pernah terjadi tidak bisa menjadi acuan, apalagi menyangkut pada penilaian seluruh karakter masyarakat Jabar.
Dedi Mulyadi menegaskan, sejumlah konflik tersebut tidak disebabkan faktor intoleransi di tengah masyarakat Jawa Barat, melainkan adanya kesalahpahaman dalam komunikasi.
"Kalau ada konflik-konflik intoleransi lebih disebabkan karena missed komunikasi," terangnya.
Konflik yang disebut dalam kategori intoleransi terjadi di Jawa Barat bukan dilakukan warga pribumi. Dalam hal ini, para pelaku berasal dari luar Jabar.
"Kedua, biasanya juga para pelaku intolerannya bukan warga Jawa Barat yang asli biasanya," tegasnya.
Gubernur Jabar itu menuturkan contoh banyak konflik yang muncul di perkotaan di Jabar. Baginya, konflik ini sampai melibatkan kelompok pendatang.
Para pendatang mempunyai konflik dengan sesama perantau. banyak dinamika sosial yang kompleks akibat dari interaksi melibatkan karakter masyarakat urban yang heterogen.