Sarwendah Kena Efek Boikot? Usai Polemik Nafkah Rp200 Juta, Nama-Nama Bisnis Mendadak Hilang dari Bio Instagram
tvOnenews.com - Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu tampaknya masih jauh dari kata selesai. Setelah isu nafkah pasca-perceraian menjadi konsumsi publik, mantan personel Cherrybelle itu kini kembali menjadi sorotan karena menghadapi gelombang kritik dari netizen.
Bahkan, di media sosial mulai bermunculan seruan boikot yang ditujukan kepada berbagai aktivitas bisnis yang terkait dengannya.
Perdebatan semakin memanas setelah beredar sejumlah potongan percakapan dan video yang menyeret nama Sarwendah.
Di tengah ramainya pembahasan soal nafkah anak yang disebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan, publik juga menyoroti aktivitas live streaming yang kerap dilakukannya bersama sang kekasih,
Giorgio Antonio. Tak sedikit netizen yang menganggap berbagai kontroversi tersebut semakin memperkeruh hubungan pasca-perceraian dengan Ruben Onsu.
Situasi yang berkembang di media sosial membuat nama Sarwendah terus menjadi trending topic dalam berbagai diskusi warganet.
Mulai dari persoalan hak bertemu anak, nafkah bulanan, hingga urusan bisnis pribadi kini ikut menjadi bahan perbincangan publik. Bahkan, perubahan kecil pada akun Instagram pribadinya pun tak luput dari perhatian netizen.
Isi Percakapan Nafkah Jadi Sorotan Warganet
Perbincangan terbaru bermula dari unggahan di platform Threads yang membahas bukti cetak percakapan WhatsApp antara Sarwendah dan Ruben Onsu setelah keduanya resmi bercerai.
Dalam unggahan akun @michellebuulolo, sejumlah netizen mempertanyakan rincian biaya yang disebut masih menjadi tanggungan Ruben. Mereka menilai beberapa pengeluaran yang diminta tidak sepenuhnya berkaitan langsung dengan kebutuhan anak.
"Udah cerai belum sih??? Kok semua nya masih mantan suami yang bayar?? Listrik bagi 2?? Bayangin aja disana live jualan pakai banyak alat yang menggunakan listrik tapi dibayarkan sama Ruben yg ga tinggal disana," tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga mempertanyakan pembagian tanggung jawab finansial pasca-perceraian.
"Bayar sama rata sama yg pakai??? Art juga?? Pokok anak ditanggung semua sama Ruben okelah tapi masa emaknya kerja ga ikut andil sih??? Bertanya dengan nada 200juta/ 30 menit," lanjut komentar tersebut.
Dalam percakapan yang beredar, Ruben terlihat lebih dulu menyampaikan permintaan maaf sebelum Sarwendah mengirimkan rincian pengeluaran yang menurutnya belum dibayarkan.
"November (now) (belum bayar)," tulis Sarwendah.
Ia kemudian merinci sejumlah kebutuhan bulanan yang mencakup biaya anak, listrik, asuransi, hingga kebutuhan hewan peliharaan.
"Anak 3 pokok dll 75 juta, sarang burung 9,3 juta, listrik sudah dibagi dua ya 12,9 juta, KK anak 3 dll sudah dibagi dua ya 28,950 juta, doggy 9,5 juta, CIMB asuransi 3,7 juta," tulis Sarwendah.
Tak hanya itu, terdapat pula rincian gaji sejumlah karyawan rumah tangga dan biaya aktivitas anak.
"Gaji imelda Rp2.750.000, gaji tiara Rp3.500.000, gaji ina Rp4.750.000, driver anak 1 Rp9.000.000 (Suroso), piano Rp4.500.000, Bimble Rp5.600.000," lanjutnya.
Unggahan tersebut langsung memancing berbagai tanggapan dari netizen.
"Biaya les piano, balet yg bayarin bapaknya. Giliran lomba, bapak kandungnya ga diundang," tulis seorang pengguna media sosial.
Perseteruan Pasca Cerai Kian Memanas
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah sebenarnya telah berlangsung cukup lama sejak keduanya resmi berpisah.
Permasalahan bermula ketika Ruben mengaku mengalami kesulitan untuk bertemu dengan kedua putrinya yang kini berada dalam pengasuhan Sarwendah.
Menurut Ruben, kondisi tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat saat proses perceraian berlangsung. Situasi itu kemudian membuatnya mengambil keputusan menghentikan pemberian nafkah sejak akhir 2025.
Seiring berjalannya waktu, polemik tidak lagi terbatas pada persoalan hak bertemu anak dan nafkah bulanan.
Perselisihan tersebut melebar hingga menyentuh pembahasan mengenai aset, harta bersama, hingga hubungan anak-anak dengan lingkungan baru di sekitar Sarwendah.
Situasi semakin memanas setelah muncul video yang memperlihatkan Sarwendah mengucapkan kalimat yang dianggap menyindir mantan suaminya. Potongan video tersebut viral dan memicu reaksi keras dari warganet.
Seruan Boikot Muncul, Nama Bisnis Hilang dari Bio Instagram
Gelombang kritik yang terus berdatangan akhirnya memunculkan seruan boikot dari sebagian pengguna media sosial. Menanggapi situasi yang berkembang, Sarwendah kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya.
"Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya, keluarga besar, teman-teman, masyarakat, dan para penggemar yang selama ini selalu setia menemani perjalanan saya," tulis Sarwendah.
Ia mengakui bahwa video yang beredar telah menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati," lanjutnya.
Sarwendah juga menyampaikan penyesalannya karena persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan secara pribadi justru berkembang menjadi konsumsi publik.
"Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak."
"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," tambahnya.
Namun, permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya meredam kritik. Di tengah ramainya seruan boikot, netizen kemudian menyadari adanya perubahan pada bio Instagram Sarwendah.
Sebelumnya, akun tersebut memuat berbagai lini bisnis yang dikelolanya, mulai dari Sarwendah Juice, SWheart, Daster Sarwendah, SS Shine, Swily, Gojelli, hingga statusnya sebagai brand ambassador CBD Professional.
Kini, deretan nama bisnis tersebut tidak lagi tercantum dalam bio Instagram miliknya. Perubahan itu kembali memunculkan spekulasi baru di kalangan netizen.
Meski banyak yang mengaitkannya dengan tekanan publik dan seruan boikot yang berkembang, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan Sarwendah menghapus nama-nama usaha tersebut dari profil media sosialnya. (udn)