- Kolase tangkapan layar YouTube Helmy Yahya Bicara & Istimewa
Kesaksian Putri Gus Dur soal Beruntung atau Malah Terbebani jadi Anak Presiden ke-4 RI, Blak-blakan Ungkap Hal ini
Inayah pernah mengecat rambutnya berwarna pink yang sangat mencolok kemerahan. Kala itu ia masih berusia 16 tahun di mana Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 RI.
Di momen itu, penampilannya yang nyentrik membuat Inayah ditolak Paspampres saat ingin memasuki istana. Sontak, fenomena ini selalu menimbulkan kehebohan sehingga dikenang olehnya.
Hingga kini Inayah justru tetap memilih berbeda dari ketiga saudara lainnya. Ia sudah sangat nyaman dengan gaya penampilannya meski tidak berhijab.
Akan tetapi, Inayah yang dulu sering humor kepada sang ayah mengaku kini lebih bijaksana. Namun ia tetap menjaga ciri khasnya menjadi sosok aktivis kebudayaan.
Selain itu, ia tetap berkarya secara mandiri. Menurutnya, tidak ada privilege yang membawa dirinya diuntungkan oleh nama besar Gus Dur.
"Aku bukan anak Presiden, aku hanya sebatas anak Gus Dur saja tanpa lebih," tegasnya.
Ia mengungkapkan salah satu kemandiriannya. Ia tidak suka memiliki sopir pribadi dan lebih memilih untuk menyetir sendiri saat bepergian.
Terkini, Inayah Wahid lebih sibuk berkecimpung di dunia hiburan. Ia selalu berusaha untuk bekerja tanpa mengandalkan nama, status anak namun tetap menjaga warisan dari Gus Dur untuk Indonesia.
"Warisannya itu adalah pekerjaan. Pernah ada sahabatku selalu ngomong gini kalau setiap kali aku curhat 'lu jadi anaknya Gus Dur mau hidup enak'. Justru enggak enak karena perjuangan itu enggak pernah selesai sampai titik darah penghabisan," paparnya.
Sosok Gus Dur di Mata Inayah Wahid
- laman OPOP Pemprov Jatim
Kemudian, Inayah coba menggambarkan kepribadian dimiliki Gus Dur yang membuat dirinya bangga. Ia tidak menyangka almarhum ayahnya selalu menerapkan "state to value".
"Mau posisinya ada di mana pun, dia tidak hanya sekadar pegang prinsip berani aja, tapi misalnya jujur atau punya integrity. Ini dia pegang itu semua," jelasnya.
Inayah kembali mengenang semasa Gus Dur menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ulama tersebut hanya menjabat selama 21 bulan saat menjadi Presiden RI.
Inayah mengaku sebenarnya kelebihan yang dimiliki dapat menguntungkan Gus Dur untuk tetap mempunyai kekuasaan. Keistimewaan tersebut tak lepas dari pengorbanannya yang selalu dikenang oleh masyarakat.