- Kolase tangkapan layar YouTube Helmy Yahya Bicara & Istimewa
Kesaksian Putri Gus Dur soal Beruntung atau Malah Terbebani jadi Anak Presiden ke-4 RI, Blak-blakan Ungkap Hal ini
Jakarta, tvOnenews.com - Inayah Wahid, putri almarhum Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kembali muncul ke ruang publik. Kali ini ia bukan hanya membicarakan pernikahannya.
Dalam podcast Helmy Yahya, Inayah Wahid membahas lika-liku perjalanan hidupnya. Menariknya, ia dianggap sangat beruntung karena sebagai putri Gus Dur.
Istri KH Muhammad Shalahuddin A Warits alias Lora Mamak itu pun memberikan kesaksian sebenarnya. Ia menceritakan terkait posisi dirinya berstatus sebagai anak Gus Dur.
Inayah Wahid justru memberikan pandangan berbeda. Menurutnya, dirinya merasa terbebani walaupun berstatus sebagai salah satu anak Presiden ke-4 RI.
"Beban, jelas," kata Inayah Wahid dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Helmy Yahya Bicara, Kamis (11/6/2026).
Alasan Inayah Wahid Terbebani Menjadi Anak Gus Dur
- Instagram/@inayawahid
Ia mengungkap beberapa alasan dirinya menganggap tidak beruntung. Pertama, ia melihat dari citra almarhum sang ayah yang sangat positif di mata publik.
Di semasa hidupnya, Gus Dur dikenal sebagai Presiden RI. Pria bernama KH Abdurrahman Wahid tersebut juga sukses menjadi tokoh Muslim pelopor.
Selain itu, Gus Dur dikenal sebagai sosok pejuang kemanusiaan. Dedikasinya yang tidak kenal lelah untuk membela hak asasi manusia (HAM), kesetaraan, serta melindungi kelompok minoritas tanpa memandang suku, agama, maupun ras dikenang masyarakat Indonesia.
Tak ayal, Gus Dur disebut sebagai Bapak Pluralisme. Kecerdasannya membuat beliau dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional.
"Beban karena cenderung Gus Dur itu kan keren banget, mulai dari punya Islamic Scholar, pemikir iya, kemudian aktivis iya, Presiden RI iya, wah udah pokoknya segala macam," tuturnya.
Inayah tentu sangat bangga atas pencapaian yang didapatkan almarhum sang ayah. Di balik itu, ia merasa terbebani karena tidak bisa bergerak bebas.
Ia mencontohkan status Gus Dur sebagai kiai hingga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia sebagai anak didorong untuk mematuhi beberapa standar menjaga citra sang ayah.
"Terus tiba-tiba anaknya malah begini," lanjutnya.
Penampilan Inayah Wahid Disorot
- Instagram/@inayawahid
Inayah kemudian membahas tentang penampilannya. Dalam foto yang beredar, gaya putri bungsu Gus Dur tersebut berbeda dari kebanyakan remaja pada masanya.
Inayah pernah mengecat rambutnya berwarna pink yang sangat mencolok kemerahan. Kala itu ia masih berusia 16 tahun di mana Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 RI.
Di momen itu, penampilannya yang nyentrik membuat Inayah ditolak Paspampres saat ingin memasuki istana. Sontak, fenomena ini selalu menimbulkan kehebohan sehingga dikenang olehnya.
Hingga kini Inayah justru tetap memilih berbeda dari ketiga saudara lainnya. Ia sudah sangat nyaman dengan gaya penampilannya meski tidak berhijab.
Akan tetapi, Inayah yang dulu sering humor kepada sang ayah mengaku kini lebih bijaksana. Namun ia tetap menjaga ciri khasnya menjadi sosok aktivis kebudayaan.
Selain itu, ia tetap berkarya secara mandiri. Menurutnya, tidak ada privilege yang membawa dirinya diuntungkan oleh nama besar Gus Dur.
"Aku bukan anak Presiden, aku hanya sebatas anak Gus Dur saja tanpa lebih," tegasnya.
Ia mengungkapkan salah satu kemandiriannya. Ia tidak suka memiliki sopir pribadi dan lebih memilih untuk menyetir sendiri saat bepergian.
Terkini, Inayah Wahid lebih sibuk berkecimpung di dunia hiburan. Ia selalu berusaha untuk bekerja tanpa mengandalkan nama, status anak namun tetap menjaga warisan dari Gus Dur untuk Indonesia.
"Warisannya itu adalah pekerjaan. Pernah ada sahabatku selalu ngomong gini kalau setiap kali aku curhat 'lu jadi anaknya Gus Dur mau hidup enak'. Justru enggak enak karena perjuangan itu enggak pernah selesai sampai titik darah penghabisan," paparnya.
Sosok Gus Dur di Mata Inayah Wahid
- laman OPOP Pemprov Jatim
Kemudian, Inayah coba menggambarkan kepribadian dimiliki Gus Dur yang membuat dirinya bangga. Ia tidak menyangka almarhum ayahnya selalu menerapkan "state to value".
"Mau posisinya ada di mana pun, dia tidak hanya sekadar pegang prinsip berani aja, tapi misalnya jujur atau punya integrity. Ini dia pegang itu semua," jelasnya.
Inayah kembali mengenang semasa Gus Dur menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ulama tersebut hanya menjabat selama 21 bulan saat menjadi Presiden RI.
Inayah mengaku sebenarnya kelebihan yang dimiliki dapat menguntungkan Gus Dur untuk tetap mempunyai kekuasaan. Keistimewaan tersebut tak lepas dari pengorbanannya yang selalu dikenang oleh masyarakat.
"Nah, dia itu justru enggak akan mau memilih itu," tukasnya.
(hap)