- YouTube Ariana Grande
Ariana Grande Murka kepada Pemerintah Trump, Imbas Lagunya Dipakai Buat Konten Barbar: Tidak Manusiawi!
Washingtong DC, tvOnenews.com - Penyanyi pop Amerika Serikat (AS), Ariana Grande geram kepada pemerintah Presiden AS Donald Trump. Hal ini tak lepas karya lagu miliknya dipakai oleh Gedung Putih.
Ariana Grande mendesak pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. Ia meminta agar mereka menghentikan penggunaan karya lagunya yang berjudul "Bye".
Ariana Grande tidak menyangka lagunya dipakai tanpa seizinnya. Ia mengecam karyanya digunakan untuk membuat konten sebagai sesuatu yang barbar.
Ariana mengetahui penggunaan lagunya untuk konten promosi kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Namun, karyanya disandingkan dengan sesuatu yang tidak manusiawi dan keji.
"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya dikaitkan dengan omong kosong yang barbar, tidak manusiawi, dan keji ini," tulis Grande dikutip tvOnenews.com dari Reuters, Sabtu (13/6/2026).
Melalui akun resmi TikTok milik Gedung Putih pada Selasa (9/6/2026), Gedung Putih mengunggah video. Rekaman tersebut menunjukkan agen perbatasan federal (ICE) menangkap hingga memborgol sejumlah orang.
Beberapa orang yang tertangkap ironisnya langsung dimasukkan oleh ICE ke pusat penahanan. Dalam cuplikan itu, lagu populer Grande berjudul "Bye" pada 2024 dipakai untuk latar musik konten.
Kemudian, Gedung Putih memberikan keterangan dalam unnggahan tersebut dengan menuliskan, "Bye-bye. Presiden Trump telah menghadirkan perbatasan paling aman dalam sejarah."
Selepas itu, video yang ditampilkan langsung mendadak dibisukan. Komentar dari penyanyi pemenang Grammy Award tahun 2024 itu juga telah dihapus.
Beberapa pengguna TikTok menyadari komentar Grande telah menghilang. Bahkan, mereka juga tidak mendengar suara dalam video untuk konten promosi kebijakan imigrasi tersebut.
Sebuah sumber paling dekat dengan Ariana Grande menyampaikan bahwa, timnya tengah berupaya untuk mencari cara bagaimana musik sang penyanyi terhapus dari video tersebut secepat mungkin.
Kritik Ariana Grande Dibalas Gedung Putih
Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson merespon kritikan tajam dari Ariana Grande. Pihaknya tetap membela isi video tersebut yang menantang keras keberadaan para imigran ilegal.
Akan tetapi, kata Jackson, pihaknya berjanji tidak akan menggunakan karya milik sang penyanyi lagi.
"Kami akan mengatakan ini untuk terakhir kalinya, hal yang sebenarnya barbar, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah," ucap Jackson.
Diketahui, kemunculan video tersebut pasca Trump melakukan tanda tangan undang-undang. Tujuannya menyepakati pendanaan lebih dari 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.246 triliun untuk lembaga imigrasi disisa tiga tahun masa jabatannya.
(hap)