- Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 @minola6000
Disebut Sindir Sarwendah, Kuasa Hukum Ruben Onsu Ungkap Alasan di Balik Unggahan 200 Juta vs Waktu Bersama Anak
Lebih lanjut, ia menyoroti beragam respons warganet terhadap nominal 200 juta yang menjadi polemik.
"Karena kesannya seolah-olah banyak pendapat tentang 200 juta itu. Ada juga sebagian orang yang mengecilkan arti 200 juta, bahkan kemudian membesar-besarkan, dianggap menyombongkan diri," katanya.
Minola menegaskan bahwa nominal nafkah tersebut bukanlah inti dari permasalahan yang sebenarnya.
"Mereka lari dari konteksnya, bahwa sebenarnya 200 juta bukanlah hal yang utama. Yang utama adalah keinginan Ruben untuk bisa berkumpul bersama anaknya sesuai dengan apa yang diperjanjikan. Jadi, ini yang ingin saya tanyakan kepada masyarakat, mana yang lebih gampang dilakukan," ujarnya.
Ia juga menyinggung sudut pandang dari pihak lain terkait nominal tersebut.
"Karena kalau kita lihat dari yang si S itu, sepertinya 200 juta itu kecil, gampang. Tiga puluh menit juga sudah bisa terkumpul. Artinya, saya perlu tahu kira-kira masyarakat melihatnya seperti apa," katanya.
Pertanyaan inti yang ingin disampaikan Minola, lanjutnya, adalah membandingkan kemudahan dua opsi penyelesaian.
"Mana yang lebih sederhana, mana yang lebih simpel, mana yang lebih mudah direalisasikan, menyerahkan anak-anak itu untuk bisa berkumpul bersama dengan ayahnya 2-3 hari untuk mendapatkan cinta kasih sesuai apa yang sudah diperjanjikan, atau menyiapkan uang tiap bulan 200 juta lebih. Itu saja sih, Mas," ujarnya.
Minola kembali menegaskan bahwa tidak ada niat menyindir pihak mana pun di balik unggahannya tersebut.
"Tidak ada maksud untuk menyindir, hanya untuk supaya masyarakat jadi semakin berpikir realistis. Jangan artinya menilai sesuatu itu karena kita pro dan kontra, tapi artinya kita kalaupun memang misalnya manakah fakta yang sesungguhnya dan hal-hal yang menurut kita lebih logis dan masuk akal," ucapnya.
Ia pun mengungkapkan hasil dari pertanyaan yang dilontarkannya kepada warganet melalui unggahan tersebut.
"Dan ternyata, dari pertanyaan itu, hampir 90% mengatakan yang lebih gampang adalah menyerahkan anak, kan begitu," ujarnya.
Di akhir keterangannya, Minola menekankan bahwa proses pertemuan anak dengan ayahnya semestinya tidak memerlukan hal-hal yang rumit.
"Enggak perlu kreatif, enggak perlu macam-macam, enggak perlu biaya juga. Hanya perlu angkat telepon, dia langsung, ataupun anaknya minta dijemput, kemudian masalah itu selesai, anak-anak bisa berkumpul bersama dengan ayahnya. Kan seperti itu. Tapi kan dibikin sedemikian rupa, seolah menyerahkan anak itu lebih rumit. Yang lebih simpel itu adalah mencari uang yang 200 juta," pungkasnya.