- Kolase tvOnenews.com / YouTube Just Ruben / YouTube Sarwendah Official
Dorong Mediasi, KPAI Minta Keluarga Besar Jembatani Konflik Ruben Onsu vs Sarwendah
Ia menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus selalu menjadi acuan utama dalam setiap langkah penyelesaian konflik, baik yang dilakukan oleh kedua orang tua maupun keluarga besar yang terlibat. Tujuannya agar anak tidak menjadi korban dari perselisihan orang dewasa.
Selain itu, KPAI juga mengingatkan agar pertengkaran antara Ruben Onsu dan Sarwendah tidak terus diumbar ke publik. Sebab, segala bentuk perselisihan yang dipublikasikan akan meninggalkan jejak digital yang sifatnya permanen.
Jejak digital tersebut, menurut KPAI, berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah ketika mereka tumbuh dewasa kelak. Rekam jejak di dunia maya dapat sewaktu-waktu muncul kembali dan berdampak pada perkembangan mental anak.
Jika proses mediasi tidak membuahkan hasil atau ada pihak yang keberatan, KPAI menyarankan agar Ruben Onsu dan Sarwendah mencari lembaga lain atau menempuh jalur pengadilan. Meski demikian, KPAI menegaskan bahwa langkah hukum bukan ditujukan untuk mencari pihak yang menang dalam perdebatan.
Prinsip utama yang harus tetap dipegang, baik dalam mediasi maupun jalur hukum, adalah mengutamakan kebaikan dan kepentingan terbaik anak. KPAI menilai pendekatan ini lebih penting dibandingkan sekadar membuktikan siapa yang benar atau salah dalam konflik tersebut.
Melalui proses mediasi, KPAI juga menyarankan agar Ruben Onsu dan Sarwendah dapat bersepakat mengenai pembagian waktu pengasuhan. Kesepakatan ini dinilai penting agar kedua anak tetap mendapatkan perhatian yang seimbang dari kedua orang tuanya.
Selain waktu pengasuhan, KPAI juga mendorong adanya kesepakatan terkait tanggung jawab masing-masing pihak serta dukungan dari keluarga besar, meskipun Ruben Onsu dan Sarwendah saat ini tinggal di rumah yang berbeda. Hal ini dinilai penting demi menjaga kelekatan emosional anak dengan kedua orang tuanya.
"Sebetulnya pemberian kasih sayang, kemudian membangun kelekatan, kedekatan, gitu ya, melalui mediasi itu sebetulnya bisa dibangun, ya, misalnya kesepakatan soal waktu mengasuh anak, kemudian termasuk juga tugas dan tanggung jawab masing-masing, walaupun di rumah yang berbeda, gitu ya," jelas Jastra Putra.